Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Nixon Napitupulu menjelaskan, dari 800 nasabah tersebut total kerugian yang dialami berada di bawah angka Rp 3 miliar. Dana nasabah yang hilang ini akan diganti seluruhnya.
"Ada 800 kartu yang mengalami masalah dari sekian ribu orang yang mengajukan pengembalian kartunya. Total semuanya kira-kira kurang dari Rp 3 miliar," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu akan kita ganti semua. Bank Mandiri komit buat ganti. Prosesnya standar 14 hari kerja tapi kita usahakan di bawah seminggu," ujarnya.
Nixon mengklaim, angka Rp 3 miliar tersebut merupakan angka kerugian yang paling kecil bila dibandingkan dengan yang terjadi di bank lainnya.
"For your info, angka Rp 21 miliar yang kemarin disebutkan media itu bukan kerugian kita, itu angka bank lain lagi. Kerugian kita cuma Rp 3 miliar," ujar dia.
Hal ini, terutama dikarenakan langkah cepat dari perusahaan untuk segera memblokir kartu rekening sebagaimana sempat menghebohkan dunia perbankan nasioan beberapa waktu lalu.
"Apa yang kami lakukan juga kami rasa sudah benar dengan memblokir dan dampaknya adalah kerugiannya gak terlalu besar dibanding tempat lain. Paling kecil kerugiannya yang terjadi di Mandiri. Memang menimbulkan kehebohan karena rekening diblokir, tapi dampak kerugiannya paling kecil," tutur dia.
Sementara, terkait pengembalian dana nasabah yang mengalami kerugian, lanjut Nixon, pihaknya akan berusaha menuntaskan prosesnya sesegera mungkin sehingga kenyamanan nasabah tidak terganggu.
"Mudah-mudahan isu itu segera berakhir dan kita tentu saja berharap ke depannya kejadian seperti ini bisa dihindari. Dan kita juga berharap penyelesaian kasus ini berjalan dengan baik dan cepat," tegasnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Bank Mandiri memblokir sedikitnya 2.000 akun rekening nasabahnya dengan alasan untuk mengamankan aset nasabah yang dianggap menjadi korban kejahatan perbankan lewat penggandaan kartu ATM.
(ang/ang)











































