Hal ini diungkapkan oleh Mirza Adityaswara dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test Deputi Gubernur Senior BI di hadapan Komisi XI DPR, di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Senin (9/6/2014).
"Banyak yang bertanya, kenapa BI Rate tidak bisa diturunkan lagi? Sebenarnya itu karena ekonomi kita belum sepenuhnya sehat. Jadi ini dilakukan untuk menghindari guncangan ekonomi," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada guncangan, maka sektor pendanaan memang tidak jalan dan berdampak buruk bagi korporasi," ujarnya.
Pada saat yang sama, tambah Hidayat, investor asing juga akan keluar dari pasar keuangan Indonesia. Sebab, tidak ada investor yang ingin menanamkan modalnya di negara yang belum stabil.
"Saat CAD (current account deficit/defisit transaksi berjalan) kita mencapai 4,4% terhadap PDB pada kuartal II-2013, investor berlari keluar. Mereka tak ingin membiayai negara dengan CAD yang terlalu besar," kata Mirza.
Kenaikan suku bunga acuan sejak pertengahan tahun lalu merupakan rangkaian kebijakan BI bersama pemerintah untuk menstabilkan ekonomi. Kebijakan moneter yang cenderung ketat masih berlangsung sampai sekarang agar ekonomi tetap terjaga, meskipun gejolak yang terjadi sudah mulai berkurang.
"Mau tak mau kalau tidak mengelola makro dengan baik maka akan terjadi kegoncangan di pasar keuangan. Dan akan membuat bank (sumber pendanaan) tidak berjalan dengan baik," tutur Mirza.
Β
(mkl/hds)











































