Selanjutnya, proses penilaian tahap penawaran awal akan dilakukan pada tanggal 5β9 Juni 2014 dan hasilnya akan diberitahukan kepada calon investor sekitar tanggal 12 Juni 2014.
Proses penjualan divestasi eks Bank Century ini berjalan alot hingga memasuki tahun keenam. Analis Perbankan dari AAA Securities Akuntino menilai, investor lebih berjaga-jaga terkait risiko yang bakal dihadapi dari pengambilalihan bank ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, hal yang juga berpengaruh besar terhadap penjualan Bank Mutiara ini adalah kasus yang membelitnya. Investor tidak bisa menampik ada risiko besar yang harus dihadapi ketika nantinya bank ini diambil alih.
Namun, hal ini tidak berlaku bagi investor asing. Mereka, kata Akuntino, lebih punya keberanian untuk mengambilalih perusahaan yang sudah rusak sekali pun karena memang punya modal yang cukup besar sehingga bisa menyehatkan kembali perusahaan yang tengah mengalami stress asset.
"Apalagi ada kasus di belakangnya. Sementara kalau investor luar negeri, mereka berani mengambil risiko untuk mengambil alih bank yang punya stress asset yang benar-benar sudah jelek kondisinya karena mereka punya likuiditas banyak," kata dia.
Akuntino menambahkan, tantangan berat yang dihadapi calon pemilik baru Bank Mutiara adalah bagaimana memperbaiki kinerja dan memulihkan kepercayaan masyarakat atas bank ini.
"Contohnya Sandiaga Uno yang berani ambil alih Mandala padahal kondisinya lagi buruk. Nah, di sini itu belum banyak orang seperti dia yang punya keberanian untuk bisa memperbaiki perusahaan yang sudah rusak. Pemilik baru nantinya harus memperbaiki kinerja yang sudah rusak, itu risiko berat," pungkasnya.
(drk/ang)











































