Ini Penyebab Proses Penjualan Bank Mutiara Berjalan Alot

Ini Penyebab Proses Penjualan Bank Mutiara Berjalan Alot

- detikFinance
Rabu, 11 Jun 2014 10:38 WIB
Ini Penyebab Proses Penjualan Bank Mutiara Berjalan Alot
Jakarta - Proses penjualan divestasi saham PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) saat ini dalam tahap penawaran harga. Sudah ada 11 investor yang menyatakan minat melalui letter of interest. Dari 11 investor tersebut, sudah 10 investor yang mengajukan penawaran harga, terdiri dari enam investor asing dan empat investor lokal.

Selanjutnya, proses penilaian tahap penawaran awal akan dilakukan pada tanggal 5–9 Juni 2014 dan hasilnya akan diberitahukan kepada calon investor sekitar tanggal 12 Juni 2014.

Proses penjualan divestasi eks Bank Century ini berjalan alot hingga memasuki tahun keenam. Analis Perbankan dari AAA Securities Akuntino menilai, investor lebih berjaga-jaga terkait risiko yang bakal dihadapi dari pengambilalihan bank ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Agak terlalu susah untuk melihat risikonya terutama investor dalam negeri, ada ketakutan mereka mengambil bank yang memang punya risiko besar seperti Bank Mutiara ini karena modal utama perbankan adalah likuiditas, bagaimana investor bisa inject dana yang besar untuk bisa menyehatkan kembali bank ini," ujar dia saat dihubungi detikFinance, Selasa (10/6/2014).

Menurut dia, hal yang juga berpengaruh besar terhadap penjualan Bank Mutiara ini adalah kasus yang membelitnya. Investor tidak bisa menampik ada risiko besar yang harus dihadapi ketika nantinya bank ini diambil alih.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi investor asing. Mereka, kata Akuntino, lebih punya keberanian untuk mengambilalih perusahaan yang sudah rusak sekali pun karena memang punya modal yang cukup besar sehingga bisa menyehatkan kembali perusahaan yang tengah mengalami stress asset.

"Apalagi ada kasus di belakangnya. Sementara kalau investor luar negeri, mereka berani mengambil risiko untuk mengambil alih bank yang punya stress asset yang benar-benar sudah jelek kondisinya karena mereka punya likuiditas banyak," kata dia.

Akuntino menambahkan, tantangan berat yang dihadapi calon pemilik baru Bank Mutiara adalah bagaimana memperbaiki kinerja dan memulihkan kepercayaan masyarakat atas bank ini.

"Contohnya Sandiaga Uno yang berani ambil alih Mandala padahal kondisinya lagi buruk. Nah, di sini itu belum banyak orang seperti dia yang punya keberanian untuk bisa memperbaiki perusahaan yang sudah rusak. Pemilik baru nantinya harus memperbaiki kinerja yang sudah rusak, itu risiko berat," pungkasnya.

(drk/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads