BNI Upayakan Merger dan Aliansi Strategis Mulai Tahun 2005
Rabu, 22 Des 2004 15:26 WIB
Jakarta - BNI akan melakukan upaya merger dengan bank-bank kecil maupun melakukan aliansi strategis dengan perusahaan non bank untuk mendorong pertumbuhan non organiknya mulai tahun 2005.Demikian disampaikan Dirut BNI Sigit Pramono usai mengikuti acara usai menghadiri mengenai laporan ekonomi akhir tahun 2004 di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (22/12/2004)."Memang merger ada dalam rencana kita untuk pertumbuhan non organik. Tapi kami tidak bisa menyebutkan karena ini bagian dari rencana strategis," kata Sigit.Sementara untuk aliansi strategis menurut Sigit pihaknya sudah menyiapkan nota kesepahaman dengan sejumlah perusahaan. Aliansi ini bisa dalam bentuk pemanfaatan jaringan penjualan produk-produk perbankan. Sedangkan dari pihak yang diajak beraliansi bisa juga memanfaatkan jaringan yang dimiliki BNI. Sayangnya Sigit belum bersedia menyebutkan dengan siapa saja BNI akan menjalin aliansi strategis tersebut.Berkaitan dengan merger dan akuisisi, Sigit mengaku butuh waktu yang cukup panjang karena terlebih dahulu harus dilakukan due dilligence. Kredit Infrastruktur Rp 23 TriliunPada kesempatan yang sama, Sigit juga menyebutkan dalam 5 tahun ke depan BNI menargetkan kredit infrastruktur bisa tumbuh 20 persen dari total kredit dimana dana yang akan diberikan selama 5 tahun bisa mencapai Rp 23 triliun. Dana sebesar Rp 23 itu, lanjut dia, selain berasal dari kas internal juga diupayakan dari pembiayaan lain seperti dari penerbitan obligasi maupun subt debt. Selain itu pada tahun 2005 BNI juga akan memacu pendapatan dari sisi fee based income, sehingga pertumbuhan keuntungan bisa mencapai 20 persen dari net profit tahun ini.
(qom/)











































