BI Rate Masih Bertahan 7,5%

BI Rate Masih Bertahan 7,5%

- detikFinance
Kamis, 12 Jun 2014 15:44 WIB
BI Rate Masih Bertahan 7,5%
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk menahan suku bunga acuan atau BI Rate di angka 7,5%. Besaran tersebut dinilai masih sejalan dengan proyeksi inflasi ke depan.

Demikian dikemukakan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (12/6/2014). "Kebijakan ini masih sesuai dengan sasaran inflasi 4,5% plus minus 1 pada 2014 dan 4% plus minus 1 pada 2015. Selain itu, kebijakan BI Rate juga masih sesuai dengan upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke arah yang lebih sehat," katanya.

BI, lanjut Tirta, akan melanjutkan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan menurunkan defisit transaksi berjalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah sempat bertahan cukup lama di 5,75%, BI Rate mulai merangkak naik sejak pertengahan tahun lalu. Namun setelah mencapai 7,5% pada November 2013, BI Rate bertahan hingga sekarang.

"Kebijakan moneter kenapa BI Rate tetap, karena kami melihat masih ada beberapa risiko ke depan baik bersumber dari global maupun domestik," kata Direktur Kebijakan Ekonomi Moneter BI Juda Agung.

Dia menjelaskan, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) masih menjadi isu utama dalam perekonomian Indonesia. Apalagi neraca perdagangan April juga defisit US$ 1,9 miliar. Hal inilah yang menyebabkan BI perlu mempertahankan angka BI Rate 7,5%.

Selain itu, risiko inflasi ke depan masih akan terlihat. Salah satunya akibat kebijakan pemerintah yang akan menaikkan tarif listrik per 1 Juli mendatang.

"Di sisi inflasi, kami melihat risiko terutama bersumber dari administered price masih tinggi. Rencana pemerintah menaikkan taerif listrik industri yang non go public memberi tekanan inflasi," tutur Juda.

(hds/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads