Sekretaris Perusahaan LPS Samsu Adi Nugroho mengungkapkan, sepuluh calon pembeli Bank Mutiara tersebut telah melakukan penawaran harga awal. Pihaknya tengah melakukan evaluasi atas harga yang diajukan masing-masing pembeli.
"Iya kalau jadwalnya investor diumumkan tanggal 12 Juni, tapi ternyata belum selesai, ini masih dilakukan evaluasi. Besok (hari ini) baru bisa diumumkan," ujar Samsu kepada detikFinance, seperti dikutip Jumat (13/6/2014).
Menurut dia, pihaknya masih melakukan berbagai evaluasi dan menimbang-nimbang investor mana yang memberikan harga terbaik.
"Kita kan harus evaluasi dulu ya. Ada 10 investor yang masuk ini, mereka menyampaikan kelengkapan dokumen, penawaran harga. Kita masih melihat berapa tawarannya, lihat ya mana yang sesuai, misalkan ada yang ngajuin Rp 3 triliun, yang satu bayar langsung, yang satu bayar setengah, ya kan kita evaluasi," jelas dia.
Samsu menyebutkan, sepuluh calon investor Bank Mutiara tersebut telah menyampaikan dokumen penawaran awal kepada LPS. Terdiri dari enam investor asing dan empat investor lokal. Berdasarkan jenis lembaganya, terdiri dari 3 bank, 6 lembaga keuangan, dan 1 konsorsium.
Dari 4 investor lokal, satu di antaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Bank pelat merah ini telah merogoh kocek untuk pengembangan bisnis anorganik termasuk akuisisi sebesar Rp 3 triliun.
Sementara investor asing berasal dari Jepang, 2 investor Singapura, Malaysia, Hongkong, dan lainnya.
Investor asing yang berminat adalah Bank of China dan Hong Leong Bank asal Malaysia. Hal tersebut diberitakan Reuters yang mengutip sumber anonim.
"Sebagai bagian dari keterbukaan informasi dan praktek Good Corporate Governance, LPS akan melakukan due diligence kepada calon investor yang lolos pada tahap penawaran awal pada data room di Bank Mutiara," kata Samsu.
(drk/ang)











































