Kisah Rodiyah dari Utang Bank, Kini Punya Bisnis Beromzet Puluhan Juta

Kisah Rodiyah dari Utang Bank, Kini Punya Bisnis Beromzet Puluhan Juta

- detikFinance
Selasa, 17 Jun 2014 15:32 WIB
Kisah Rodiyah dari Utang Bank, Kini Punya Bisnis Beromzet Puluhan Juta
Bandar Lampung - Nekat, itu satu kata yang diungkapkan Rodiyah (56) saat menceritakan bisnis jahitnya. Bermodal Rp 10 juta dari pinjaman BRI, kini ibu 6 anak itu meraih omzet Rp 50 juta per bulan.

"Modal saya nekat. Waktu itu mau lulus kuliah saya sudah mikir mau kerja apa yang penting bukan PNS (Pegawai Negeri Sipil)," kata Rodiyah kepada detikFinance di rumahnya di Jalan Pagar Alam, Labuan Baru, Kedaton, Lampung (17/6/2014).

Pinjaman itu didapatnya pada 1992 untuk menambah modal usaha menjahit. Adapun mesin jahit sudah dibelikan oleh orang tuanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru satu dua bulan sudah ada siswa PKL yang mau praktik, saya terima. Lalu berkembanglah sampai sekarang," ujar alumnus IAIN di Lampung itu.

Seiring waktu usahanya terus berkembang. Pada 1997 dia membeli rumah di tepi jalan raya atau di Jalan Pagar Alam tersebut. Uang untuk membeli dari keuntungan usaha jahit kain percanya tersebut. Untuk menambah modal lalu Rodiyah mengambil utang lagi ke BRI.

"Saya tahunya BRI iseng aja. Pinjem. Nggak ada referensi," tutur Rodiyah dengan senyum mengembang.

Setelah 20 tahunan berlalu, Rodiyah kini masih setia menjadi nasabah BRI. Saat ini Rodiyah mendapat kucuran dana Rp 100 juta untuk masa pengembalian selama 1 tahun. Dengan 15-an karyawan, Rodiyah mengaku bisa meraup omzet Rp 50 juta per bulan.

"Kalau lagi full, karyawan masuk semua segitu dapat. Untuk lebaran saja sudah ada yang pesanan Rp 8 juta," kisahnya.

Hingga kini Rodiyah belum memberikan merek untuk barang yang diproduksinya. Seperti taplak meja, tatakan gelas, sarung bantal, tutup galon dan sebagainya. Semuanya diproduksi di rumah yang dibeli dari keuntungan hasil jerih payahnya menjahit.

"Kalau harga memang lebih mahal dibanding dari yang ada di pasaran karena kan kualitasnya beda. Kalau hasil saya mau dicuci berkali-kali juga nggak luntur," ucapnya.

Dengan penghasilan tersebut, istri dari pegawai Kemenag M Nur Tasip bisa menjadi tulang punggung keluarga. Anaknya yang paling kecil masih SD dan yang paling tua akan memasuki bangku kuliah.

"Kalau cuma mengandalkan gaji suami ya mana bisa," kata Rodiyah.

(asp/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads