"Peningkatan ini dipengaruhi dari data perputaran inflow dan outflow di wilayah kerja Bank Indonesia yang selalu naik," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto Fadhil Nugroho, Senin (23/6/2014).
Menurut dia, permintaan masyarakat terhadap uang pecahan terbesar adalah pada pecahan Rp 20 ribuan disusul pecahan Rp 10 ribuan dan Rp 5 ribuan. Sedangkan oleh perbankan terbesar adalah pecahan Rp 50 ribuan, disusul Rp 100 ribuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat kita akan lebih bangga jika bisa memberikan uang lebaran kepada sanak saudara dalam bentuk uang yang masih baru atau 'crispy' atau yang lebih dikenal sebagai uang Hasil Cetak Sempurna (HCS)," ujarnya.
Dia menjelaskan, pihaknya akan tetap melayani penukaran uang pecahan dari masyarakat berapapun besarnya. Namun BI akan membatasi permintaan terhadap pecahan Rp 1.000-an karena jumlahnya sangat terbatas.
"Penukaran uang untuk menghadapi lebaran tersebut dilayani mulai minggu pertama Ramadhan. Pelayanan penukaran uang dari hari Senin hingga Kamis, pukul 08.00 - 12.00 WIB," jelasnya.
Dia mengungkapkan, BI Purwokerto juga akan menggandeng sejumlah perbankan untuk melayani penukaran uang selama ramadan hingga menjelang lebaran di antaranya yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Bank Jateng, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, PD BPR BKK Cilacap, BPR Surya Yudha, dan BPR Gunung Slamet.
"Kami juga berharap masyarakat untuk tidak menukarkan uang kepada para pedagang penukar uang, sehingga tidak perlu dipotong biaya yang memberatkan. Di Bank Indonesia, uang seratus ditukar seratus, sejuta ditukar sejuta, gratis tanpa biaya," ungkapnya.
(arb/ang)











































