Dilaporkan uang tunai yang siap diedarkan sebesar Rp 115 triliun. Naik dibanding periode lebaran tahun 2013 yang sebesar Rp 103 triliun.
"Tahun lalu itu Rp 103 triliun selama lebaran dan puasa, sekarang kurang lebih Rp 115 triliun, dan kita mempunyai stok yang cukup," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Antonius Lambok Siahaan kepada detikFinance, Kamis (26/6/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah dari sana kita dapatkan kebutuhan uang yang diedarkan," sebutnya
Ia menuturkan tidak ada pengaruh dari kondisi pemilihan umum presiden (pilpres) yang tengah berlangsung. Termasuk juga berlangsungnya agenda libur anak sekolah pada bulan Juni-Juli.
"Saya tidak melihat karena pemilu atau libur anak sekolah," kata Lambok
Di samping itu, BI juga akan menyediakn penukaran uang receh untuk masyarakat jelang lebaran. Secara bertahap mekanisme akan dimulai oleh BI dan berlanjut kepada bank-bank di Jakarta.
"Nanti akan disebar pada 50 titik di Jakarta," imbuhnya.
Untuk daerah-daerah juga akan disediakan tempat penukaran uang resmi. Sehingga masyarakat tidak sulit untuk mencukupi kebutuhannya.
"Nanti di seluruh daerah. kita sudah mulai mengirimkan. Persediaan kita cukup dan jaringan distribusi kita sudah kita kordinasikan," tutupny.
(mkl/ang)











































