Nasabah Mengemis di Kantor OJK, Ini Tanggapan Bakrie Life

Nasabah Mengemis di Kantor OJK, Ini Tanggapan Bakrie Life

- detikFinance
Kamis, 26 Jun 2014 15:15 WIB
Nasabah Mengemis di Kantor OJK, Ini Tanggapan Bakrie Life
Jakarta - Para nasabah PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) menuntut dana mereka dikembalikan. Mereka mengemis dan berdemo di kantor Otoritas Jasa Keuangan, siang ini. Ini tanggapan dari Bakrie Life.

Direktur Utama Bakrie Life Timoer Soetanto mengatakan, pihaknya masih memproses pembayaran utang ini. Diakuinya, proses ini masih akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

"Kami masih proses, mudah-mudahan belum berubah, masih terbuka bulan Juni ini," kata Timoer saat dihubungi detikfinance, Kamis (26/6/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Timoer mengatakan, total utang yang harus dibayarkan oleh Bakrie Life adalah Rp 260 miliar. Untuk mebayar utang tersebut, Timoer mengaku menjual beberapa aset perusahaan.

"Ada beberapa tanah dan sebagainya. Atau mungkin tidak dijual, dipinjamkan (disewakan)," katanya.

Seperti diketahui Para nasabah Bakrie Life berdemo di depan kantor OJK. Mereka menuntut dana nasabah dikembalikan.

"Kita tidak ingin bertemu siapa-siapa, mau OJK atau orangnya Bakrie. Kita sengaja demo di sini mengemis supaya uang kita kembali," kata salah satu nasabah Bakrie Life Wahjudi ketika dihubungi detikFinance.

Menurutnya, demo tersebut melibatkan sekitar 50 nasabah produk Diamond Investa yang berasal dari Jakarta dan Surabaya. Demo digelar sejak pukul 10.00 WIB dan saat ini sudah selesai.

Meski tidak berniat melakukan mediasi dengan OJK atau pun perwakilan Bakrie Life, nasabah mengaku siap jika diundang dan berunding.

"Kalau mereka mengundang kami siap. Mereka selama ini sudah beri respons tapi duit tidak turun-turun," ujarnya.

Menurut pria yang biasa disapa Wahyu ini, Bakrie Life sudah berjanji untuk melunasi utang Rp 260 miliar dari total utang senilai Rp 420 miliar itu bulan Juni ini.

"Katanya Bakrie Life mau dibeli investor baru, Juni ini (utang) mau dibayar. Kami sudah lima tahun dengar rencana itu tapi tidak ada realisasinya," ujarnya.

(zul/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads