“Bank Mutiara sedang dalam proses bidding. Ada 5 investor yang ikut proses due delligence,” kata Kartika Wirjoatmodjo, Kepala Eksekutif LPS, dalam temu media di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (26/6/2014) malam.
Para investor tersebut, lanjut Kartika, berasal dari Hong Kong, Tiongkok, Malaysia, dan Indonesia. “Dalam waktu dekat, kira-kira 1,5 bulan ke depan, akan masuk ke proses final bidding,” ujarnya. Namun Kartiko masih enggan menyebutkan nama-nama para calon investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Kartika menegaskan bukan berarti LPS tidak akan selektif. “Kami tidak akan asal-asalan, tetap berusaha semaksimal mungkin. Tendernya terbuka,” tuturnya.
Saat ini, Kartika menjelaskan kondisi Bank Mutiara terus membaik setelah ada suntika modal baru pada Desember 2013. “CAR (capital adequacy ratio) sudah di 14%. Seharusnya investor bisa memberikan value yang memadai,” sebutnya.
Meski demikian, Kartika menyatakan memang masih ada sejumlah masalah yang membelit Bank Mutiara. Masalah-masalah tersebut masih terkait dengan pemilik lama, seperti Antaboga atau upaya penarikan aset-aset di luar negeri.
“Tantangannya memang kasus-kasus hukum. Ada risiko, investor pasti berhitung ke situ,” ucap Kartika.
LPS, lanjut Kartika, tidak berusaha menutupi kasus-kasus yang masih menghantui Bank Mutiara kepada para calon investor. “Kita disclose soal itu. Harapan kita, calon pembeli sudah absorb itu dalam valuasinya, masuk mejnadi risiko. Mereka pasti akan mengerti,” jelasnya.
(hds/ang)











































