OJK Sasar Ibu Rumah Tangga dan UMKM Agar Melek Keuangan

OJK Sasar Ibu Rumah Tangga dan UMKM Agar Melek Keuangan

- detikFinance
Rabu, 02 Jul 2014 12:30 WIB
OJK Sasar Ibu Rumah Tangga dan UMKM Agar Melek Keuangan
Jakarta - Selain menyasar siswa SMA untuk diajarkan soal industri jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan program edukasi kepada para ibu rumah tangga serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti Soetiono mengatakan, program ini disebar sedikitnya ke 24 kota di seluruh Indonesia. Dari angka itu, baru 12 kota yang sudah disasar, di antaranya Medan, Jambi, Palembang, dan Lampung.

"Ini ke 24 kota, sekarang sudah 12 kota. Untuk segmen ibu rumah tangga dan UMKM, dilakukan pengajaran dan monitor selama 6 bulan, free test. Kita lihat, apakah setelah 6 bulan itu lebih bagus. Ini mendorong financial inclusive," paparnya saat acara Training of Trainers Guru Ekonomi SMA Seluruh Indonesia Materi OJK dan Sektor Jasa Keuangan untuk Kelas X, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (2/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Titu, sapaan Kusumaningtuti, juga menjelaskan program kurikulum bagi siswa kelas X akan terkait dengan industri perbankan, sekuritas, lembaga pembiayaan, asuransi, dana pensiun, dan pegadaian. Kurikulum ini akan mulai diberlakukan pada 14 Juli 2014.

"Nanti dijelaskan apa saja produk dan layananya. Kalau OJK tentang lembaga, tugas, dan wewenangnya. Mulai 14 Juli 2014 diajarkan, sementara baru SMA kelas X, nanti bertahap ke SD dan SMP," terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Guru Ekonomi Wiji Purwanta menambahkan, dalam pengajaran industri keuangan tersebut digunakan bahasa yang mudah dimengerti.

"Mereka harus jadi agen perubahan. Dari sisi akademis, prestasi. Kita cari kalimat yang dimengerti seluruh wilayah. Kalau industri keuangan, yang familiar itu pasar modal. Sudah diajarkan 8 tahun di kelas XI. Tapi yang lain secara resmi belum diajarkan. Kelas X ada tambahan khusus pasar modal," pungkasnya.

(drk/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads