Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti Soetiono mengatakan, program ini disebar sedikitnya ke 24 kota di seluruh Indonesia. Dari angka itu, baru 12 kota yang sudah disasar, di antaranya Medan, Jambi, Palembang, dan Lampung.
"Ini ke 24 kota, sekarang sudah 12 kota. Untuk segmen ibu rumah tangga dan UMKM, dilakukan pengajaran dan monitor selama 6 bulan, free test. Kita lihat, apakah setelah 6 bulan itu lebih bagus. Ini mendorong financial inclusive," paparnya saat acara Training of Trainers Guru Ekonomi SMA Seluruh Indonesia Materi OJK dan Sektor Jasa Keuangan untuk Kelas X, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (2/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti dijelaskan apa saja produk dan layananya. Kalau OJK tentang lembaga, tugas, dan wewenangnya. Mulai 14 Juli 2014 diajarkan, sementara baru SMA kelas X, nanti bertahap ke SD dan SMP," terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Guru Ekonomi Wiji Purwanta menambahkan, dalam pengajaran industri keuangan tersebut digunakan bahasa yang mudah dimengerti.
"Mereka harus jadi agen perubahan. Dari sisi akademis, prestasi. Kita cari kalimat yang dimengerti seluruh wilayah. Kalau industri keuangan, yang familiar itu pasar modal. Sudah diajarkan 8 tahun di kelas XI. Tapi yang lain secara resmi belum diajarkan. Kelas X ada tambahan khusus pasar modal," pungkasnya.
(drk/hds)











































