Demikian dikutip dari siaran pers di situs resmi BI, Selasa (7/7/2014). "Peningkatan jumlah cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi transaksi penerimaan devisa hasil ekspor migas pemerintah yang melampaui kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah," sebut Peter Jacobs, Direktur Departemen Komunikasi BI , dalam siaran tersebut.
BI, lanjut Peter, tetap melakukan intervensi pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah. "Namun, kebutuhan devisa untuk intervensi valuta asing dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah dapat diimbangi dengan kenaikan simpanan deposito valuta asing," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank Indonesia menilai kenaikan cadangan devisa berdampak positif terhadap upaya memperkuat ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," kata Peter.
Berikut perkembangan cadangan devisa Indonesia pada tahun ini:
- Januari: US$ 100,651 miliar
- Februari: US$ 102,741 miliar
- Maret: US$ 102,6 miliar
- April: US$ 105,6 miliar
- Mei: US$ 107 miliar
- Juni: US$ 107,7 miliar











































