Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni mengatakan, untuk mendukung tercapainya pertumbuhan kredit hingga ke angka 22%, pihaknya berencana menerbitkan obligasi pada semester I-2015. Meskipun belum bisa menyebut angka pasti, Baiquni mengatakan BRI mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi baik dalam bentuk rupiah maupun valas.
"Kita mau jualan bond, sedang dalam perbincangan. Ya kemungkinan di semester I, consider dua-duanya, rupiah dan valas. Ini untuk mencapai pertumbuhan pemberian kredit tahun depan, kita harapkan 20-22% lah," kata Baiquni saat ditemui di Gedung BRI 1, Jakarta, Kamis (10/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan yang sama kemungkinan akan terjadi pada kuartal II-2014. "Pertumbuhan kredit tidak begitu beda dengan triwulan I. Kan di triwulan I sekitar 17%," kata Baiquni.
Sementara untuk laba, Baiquni optimistis mampu mencapai pertumbuhan sekitar 15% pada kuartal II-2014. "Bottomline masih aman. Kalau di triwulan I kita bisa tumbuh sekitar 15%, ya sekitar segitu juga lah untuk kedua. Tapi tunggu seminggu atau dua minggu lagi lah," tuturnya.
Baiquni berharap, likuditas di perbankan selama pilpres aman dan diharapkan akan terus berlanjut hingga kepastian presiden terpilih. "Tentunya kita harapkan, kalau sesuai dengan ekspektasi pasar yah, ya mudah-mudahan," katanya.
(drk/hds)











































