Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan, penerapan azas resiprokal merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar.
"Harus, itu sesuatu yang tidak bisa ditawar," ujar menteri yang akrab disapa CT saat ditemui di kantornya, Kementerian Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (15/7/2014).
Menurutnya, apa yang terjadi saat ini di mana perbankan asing begitu mudahnya berekspansi di dalam negeri, harus dibarengi dengan kemudahan bank lokal agar bisa berekspansi dengan membuka cabang di luar negeri. Dengan begitu, asas resiprokal berjalan dengan baik dan saling menguntungkan kedua pihak.
"Mana mungkin mereka mendapatkan sesuatu dari kita, kalau kita tidak mendapatkan sesuatu dari mereka. Jadi kalau prinsipnya kalau satu mau dicolek, yang lain juga harus mau dicolek. Jangan nyolek-nyolek sendiri tapi kita tidak bisa mencolek," jelas dia.
(drk/ang)











































