Sudah 5.550 Orang Tukar Uang di Monas Senilai Rp 14,1 Miliar

Sudah 5.550 Orang Tukar Uang di Monas Senilai Rp 14,1 Miliar

- detikFinance
Rabu, 16 Jul 2014 12:06 WIB
Sudah 5.550 Orang Tukar Uang di Monas Senilai Rp 14,1 Miliar
Antrean warga untuk menukar uang receh (Foto: Feby/detikFinance)
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat realisasi penukaran uang dari tanggal 1-15 Juli 2014 di monumen nasional (monas) Jakarta sudah mencapai Rp 14,1 miliar dengan jumlah 5.550 orang. Untuk tanggal 15 Juli saja (satu hari) uang yang ditukarkan mecapai Rp 4,1 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Lambok A Siahaan saat meninjau lokai penukaran uang di Monas, Jakarta, Rabu (16/7/2014)

"Dari hari pertama sampai kemarin itu sudah Rp 14,1 miliar, dengan jumlah penukar 5.550 orang. Satu hari saja di monas kemarin Rp 4,1 miliar," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara nasional, uang yang sudah ditukarkan adalah Rp 800 miliar. Dengan porsi paling besar adalah di wilayah DKI Jakarta.

"Secara total Indonesia penukaran itu Rp 800 miliar dari tanggal 1 Juli," sebutnya.

Sementara itu, penarikan dari BI oleh perbankan tercatat sebesar Rp 49,9 triliun. Ini terdiri dari pecahan besar (Rp 20.000-100.000) Rp 43,3 triliun dan pecahan kecil Rp 6,5 triliun.

Lambok menyebutkan, penarikan ini terbagi atas beberapa hal. Tidak hanya untuk penukaran uang, namun juga untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan sebagainya.

"Tidak semua untuk penukaran ada yang bayar THR," tukasnya.

BI memprediksikan kebutuhan uang periode Ramadan dan Lebaran 2014 meningkat 14,9 persen menjadi Rp 118,5 triliun. Tahun lalu, BI mencatat kebutuhan uang menjelang Lebaran sebesar Rp 103,2 triliun.

Uang tersebut dialirkan ke seluruh Indonesia. Porsi terbesar, yakni 30,6%untuk Kantor Pusat dan Jabodetabek. Sebanyak 11,7% untuk Jawa Tengah dan DIY, 11,4% untuk Jawa Timur, 7,8% untuk Jawa Barat dan Banten, 5,8% untuk Sumatera Utara dan Aceh, 8,2% untuk Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi.

Kemudian 5,6% untuk Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, 3,7% untuk Bali dan Nusa Tenggara, 7,7% untuk Kalimantan dan 7,7% untuk Sulawesi, Maluku dan Papua.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads