Hal ini diungkapkan oleh Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Lambok A Siahaan saat meninjau lokai penukaran uang di Monas, Jakarta, Rabu (16/7/2014)
"Dari hari pertama sampai kemarin itu sudah Rp 14,1 miliar, dengan jumlah penukar 5.550 orang. Satu hari saja di monas kemarin Rp 4,1 miliar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara total Indonesia penukaran itu Rp 800 miliar dari tanggal 1 Juli," sebutnya.
Sementara itu, penarikan dari BI oleh perbankan tercatat sebesar Rp 49,9 triliun. Ini terdiri dari pecahan besar (Rp 20.000-100.000) Rp 43,3 triliun dan pecahan kecil Rp 6,5 triliun.
Lambok menyebutkan, penarikan ini terbagi atas beberapa hal. Tidak hanya untuk penukaran uang, namun juga untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan sebagainya.
"Tidak semua untuk penukaran ada yang bayar THR," tukasnya.
BI memprediksikan kebutuhan uang periode Ramadan dan Lebaran 2014 meningkat 14,9 persen menjadi Rp 118,5 triliun. Tahun lalu, BI mencatat kebutuhan uang menjelang Lebaran sebesar Rp 103,2 triliun.
Uang tersebut dialirkan ke seluruh Indonesia. Porsi terbesar, yakni 30,6%untuk Kantor Pusat dan Jabodetabek. Sebanyak 11,7% untuk Jawa Tengah dan DIY, 11,4% untuk Jawa Timur, 7,8% untuk Jawa Barat dan Banten, 5,8% untuk Sumatera Utara dan Aceh, 8,2% untuk Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi.
Kemudian 5,6% untuk Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, 3,7% untuk Bali dan Nusa Tenggara, 7,7% untuk Kalimantan dan 7,7% untuk Sulawesi, Maluku dan Papua.
(feb/ang)











































