Ketua Perbanas: RI Masih Mau Punya Banyak Bank

Ketua Perbanas: RI Masih Mau Punya Banyak Bank

- detikFinance
Jumat, 18 Jul 2014 13:34 WIB
Ketua Perbanas: RI Masih Mau Punya Banyak Bank
Jakarta - Dalam hal pengembangan perbankan nasional di era pasar bebas perbankan ASEAN 2020 mendatang, ukuran sebuah bank menjadi faktor penentu. Untuk memperoleh sebuah bank dengan ukuran yang besar dari sisi permodalan dan pengelolaan asetnya, konsolidasi perbankan menjadi solusi yang paling mungkin ditempuh.

Ketua Umum Perhimpuan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono mengatakan, Indonesia sudah kalah 2 langkah dari Malaysia dalam konteks konsolidasi perbankan. Sigit menyebut, ketertinggalan Indonesia yang pertama terjadi ketika krisis ekonomi melanda pada 1997-1998. Saat krisis, pemerintah Malaysia telah gencar mendorong perbankan di negaranya untuk melakukan marger.

"Ketinggalan pertama adalah ketika krisis tahun 1997-1998, itu Malaysia sangat gencar, agak sedikit memaksa kepada industri perbankan untuk melakukan marger. Ini menyisakan bank-bank besar seperti CIMB, Maybank, dan beberapa bank lainnya," kata Sigit usai menghadiri Konferensi Pers Kick Off IBEX 2014 di Griya Perbanas, Jakarta, Jumat (18/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketinggalan yang kedua, lanjut Sigit, terjadi baru-baru ini di mana Malaysia kembali berhasil menggabungkan 3 bank yaitu CIMB Group, RHB Capital, dan Malaysia Building Society. Dengan merger ini, CIMB Group akan memiliki aset lebih dari Rp 2.000 triliun.

"Ketinggalan yang kedua, Malaysia sudah melakukan konsolidasi lagi dengan melakukan marger perbankannya. Kita masih tidak mau mengakui kalau itu penting. Maunya masih punya bank banyak," tegasnya.

Hal ini, tambah Sigit, sangat berbeda dengan Indonesia yang baru satu kali melakukan marger perbankan. Hasilnya adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

"Kita hanya berhasil menyatukan Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia menjadi Bank Mandiri. Masih banyak bank-bank kecil yang tersisa. Kita punya 120 bank," tuturnya.

(hds/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads