Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas lebih lanjut terkait penggabungan (merger) beberapa bank dalam negeri.
"Ada beberapa inisiatif yang sedang berjalan, saya tidak bisa membicarakan sekarang, perlu waktu, akan ada kegiatan merger, menggabungkan beberapa bank kecil," kata dia saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Jumat (17/7/2014).
Muliaman menjelaskan, penggabungan bank-bank ini dilakukan agar perbankan di Indonesia menjadi lebih besar baik dari sisi aset maupun permodalannya.
Selain itu, OJK juga mendorong aksi korporasi perbankan melalui akuisisi perbankan baik lokal maupun asing.
"Tentu saja bank-bank yang dimiliki oleh asing yang masih memiliki BUKU 1 harus lebih besar, sekarang ini bank-bank asing yang diakuisisi yang modalnya kecil-kecil, ini harus didorong agar kontribusinya ke ekonomi kita lebih signifikan," kata dia.
Muliaman juga berharap agar perbankan RI punya perbankan khusus di berbagai sektor seperti perumahan namun dengan aset dan modal yang lebih kuat.
"Kita ingin punya kompetensi di bidang perbankan, misalnya bank khusus perumahan, teman-teman BTN sepertinya punya potensi kesitu," katanya.
Muliaman menambahkan, dengan potensi pasar domestik yang besar, perbankan Indonesia dinilai akan mampu bersaing dengan negara-negara lain.
"Kita lihat harus ada kemampuan untuk itu, pasar domestik kita sangat besar, tidak tertutup kemungkinan dengan size yang besar. Meski ada komitmen untuk itu. Di dalam kita kuatkan agar jadi tuan rumah di rumah sendiri," ujar Muliaman.
(drk/ang)











































