Direktur Keuangan BRI Ahmad Baiquni mengatakan, pencapaian laba bersih tersebut merupakan hal yang sangat positif di tengah kondisi politik dan ekonomi domestik yang sangat dinamis.
"NIM (Net Interest Margin/marjin bunga bersih) juga naik ke 8,93% pada kuartal II-2014 dari 8,08% pada kuartal II-2013. NPL (Non Performing Loan/kredit bermasalah) netto terjaga di 0,57%," kata Baiquni saat Pemaparan Kinerja Keuangan Kuartal II-2014, di Gedung BRI1, Jakarta, Selasa (22/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan total kredit didorong kredit mikro BRI yang juga tumbuh sebesar 18,1% secara tahunan. Naik dari Rp 122,1 triliun menjadi Rp 144,2 triliun pada kuartal II-2014.
"Pertumbuhan kredit mikro tersebut bahkan melebihi pertumbuhan total kredit BRI," ujarnya.
Dari sisi pendanaan, BRI juga berhasil menumbuhkan Dana Pihak Ketiga (DPK). Per akhir kuartal II-2014, total DPK mencapai Rp 488,45 triliun atau tumbuh 57,3%.
(drk/hds)











































