Penurunan laba bersih ini diikuti juga penurunan laba per saham dari Rp 64 per saham ke Rp 51 per saham di semester I-2014. Demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indoesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Rabu (23/7/2014).
Namun begitu, pendapatan perseroan tercatat naik tipis 1,46% menjadi Rp 2,671 triliun di semester I-2014 dari tahun sebelumnya yang hanya sebesr Rp 2,632 triliun. Pendapatan ini berasal dari pendapatan bunga dan bagi hasil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi hasil secara syariah turun menjadi Rp 195 miliar pada periode Juni 2014 dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 198 miliar sehingga total pendapatan bunga dan bagi hasil perseroan pada Juni 2014 sebesar Rp 6,19 triliun atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,008 triliun.
Namun kenaikan pendapatan ini tergerus beban bunga dan operasional yang juga naik. Total beban bunga dan bonus mencapai Rp 3,52 triliun pada periode Juni 2014 atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 2,38 triliun.
Beban operasional juga ikut naik dari Rp 1,86 triliun di semester I-2013 menjadi Rp 1,98 triliun di periode yang sama tahun ini.
(drk/ang)











































