Penurunan laba bersih tersebut disebabkan oleh peningkatan yang tidak signifikan pada pendapatan bunga bersih sebesar 4,0% Year on Year (YoY) dan penurunan pada fee income menjadi sebesar Rp 1,51 triliun (turun 5,9% YoY).
"Di tengah iklim usaha yang sulit, dengan adanya tekanan likuiditas, melemahnya rupiah, peningkatan suku bunga, serta pengaruh dari pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden, CIMB Niaga tetap mempertahankan pertumbuhan aset yang seiring dengan kemampuan meningkatkan jumlah simpanan dengan biaya yang reasonable, serta secara ketat memonitor kualitas aset,β kata Presiden Direktur CIMB Niaga Arwin Rasyid dalam siaran pers, Kamis (24/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CIMB Niaga mencatat perolehan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 10,6% menjadi sebesar Rp 165,83 triliun per akhir Juni 2014. Current Account dan Savings Account meningkat 12,0% YoY menjadi Rp 75,49 triliun, sementara deposito dan structured deposits tumbuh 9,4% YoY.
CIMB Niaga tetap mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset dengan total aset sebesar Rp 224,84 triliun, tumbuh 11,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 202,20 triliun.
(ang/dnl)











































