Laba Bank Mandiri Naik 15%, Capai Rp 9,6 Triliun dalam Enam Bulan

Laba Bank Mandiri Naik 15%, Capai Rp 9,6 Triliun dalam Enam Bulan

- detikFinance
Kamis, 24 Jul 2014 16:55 WIB
Laba Bank Mandiri Naik 15%, Capai Rp 9,6 Triliun dalam Enam Bulan
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih Rp 9,6 triliun pada triwulan II-2014, tumbuh 15,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 8,3 triliun.

Pertumbuhan laba tersebut didorong terutama oleh kenaikan pendapatan bunga bersih 17,6% menjadi Rp 19,4 triliun serta pertumbuhan pendapatan atas jasa (fee based income) sebesar 11,5% menjadi Rp 7,3 triliun.

Hingga Juni 2014, laju pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai 13,3% menjadi Rp 485,8 triliun dibandingkan dengan Juni 2013 sebesar Rp 428,7 triliun. Atas kinerja tersebut, aset Bank Mandiri pada akhir Juni 2014 mengalami pertumbuhan year on year sebesar 13,8% menjadi Rp 764,9 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin mengatakan, Bank Mandiri secara konsisten mendorong pengembangan bisnis dengan menekankan pada tiga fokus bisnis yaitu wholesale transactions, retail payment and deposits serta retail financing.

“Melalui tiga pilar bisnis ini, kami meyakini Bank Mandiri akan dapat terus tumbuh secara berkesinambungan untuk merealisasikan visi membangun negeri serta menjadi salah satu bank terbesar di kawasan Asia Tenggara,” ujar Budi dalam acara Paparan Publik Laporan Keuangan Triwulan II/2014, di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (24/7/2014).

Menurut Budi, Bank Mandiri merupakan salah satu bank yang memiliki tingkat likuiditas yang baik sehingga mampu mendukung rencana pengembangan bisnis perusahaan, baik secara organik, maupun non organik. Hal itu terlihat dari rasio pinjaman terhadap dana pihak ketiga (LDR) yang sebesar 86,97% pada Juni 2014, di bawah batas atas ketentuan BI 92%.

Secara sektoral, kredit Bank Mandiri ke sektor produktif tercatat tumbuh 14,7% menjadi Rp370,1 triliun dengan pertumbuhan kredit investasi sebesar 11,4% dan kredit modal kerja sebesar 16,7%. Sektor Konstruksi mencatat akselerasi pertumbuhan sebesar 28,9%, sementara sektor Industri Pengolahan mencatat penyaluran terbesar yaitu sebesar Rp 91,9 triliun, disusul oleh sektor Perdagangan, Restoran dan Hotel yang mencapai Rp 83,6 triliun.

Sementara Dana Pihak Ketiga yang dihimpun Bank Mandiri tumbuh 10,7% menjadi Rp 555,9 triliun pada Juni 2014 dari Rp 502,4 triliun di Juni 2013. Dari capaian itu, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri sampai dengan triwulan kedua 2014 mencapai Rp 345,6 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 9,5% atau Rp 19,6 triliun hingga mencapai Rp 226,1 triliun.

“Di tengah persaingan yang semakin ketat, baik dalam pengumpulan dana maupun penyaluran kredit, kami berhasil menjaga tren positif dalam ekspansi bisnis Bank Mandiri. Hal ini sejalan dengan keinginan kami untuk dapat terus berperan optimal dalam mendorong laju perekonomian nasional,” kata Budi.
 
Sebagai upaya untuk mendorong pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri juga terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya.

Pada periode Juni 2013 - Juni 2014, Bank Mandiri telah membuka 252 kantor cabang baru dalam negeri menjadi 2.087 unit, memasang ATM sehingga menjadi 11.604 unit, menambah Electronic Data Capture (EDC) menjadi 250.043 unit, dan menambah 79 jaringan bisnis mikro (unit mikro dan kios mikro) sehingga menjadi 1.811 unit.

Sementara itu, khusus untuk menyambut musim libur lebaran tahun ini Bank Mandiri akan mengoperasionalkan 824 kantor cabang di seluruh Indonesia secara bergantian pada tanggal 26, 27, 29, 30, 31 juli 2014 dan 1 Agustus 2014. Kantor-kantor ini akan memberikan pelayanan transaksi bank terbatas dan setoran BBM/non BBM. Sementara pada tanggal 28 Juli 2014, seluruh kantor cabang (dalam negeri) Bank Mandiri tidak beroperasi.

“Untuk menjamin ketersediaan dana bagi masyarakat, kami juga menyiapkan Rp 33,97 triliun atau rata-rata Rp 1,17 triliun per hari, naik 22,2% dari alokasi tahun sebelumnya. Sebesar 40% dari jumlah dana itu akan didistribusikan di wilayah Jabodetabek, dan 60% lainnya akan disalurkan ke kota-kota besar di Indonesia di luar Jabodetabek seperti Medan, Semarang, Surabaya dan Bandung,” ujarnya.

Adapun untuk keperluan pengisian ATM, Bank Mandiri mengalokasikan Rp 1,7-1,9 triliun per hari, atau sekitar 25% lebih tinggi dari hari normal. Pendistribusian dana akan difokuskan pada dua minggu sebelum lebaran dan selama libur lebaran.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads