Direktur Utama BNI, Gatot Suwondo mengatakan kenaikan total aset ini disumbang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 19,1% dari Rp 263,82 triliun pada semester I-2013 menjadi Rp 314,19 triliun pada semester I-2014.
"Kualitas DPK kami dijaga dengan fokus utama pada penghimpunan dana murah berupa Current Account Saving Account (CASA). Upaya untuk meningkatkan CASA dalam komposisi DPK BNI terus kami lakukan dengan menggiatkan berbagai program yang dapat meningkatkan pendapatan jasa dan pertumbuhan dana berbiaya rendah," papar Gatot saat paparan di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis (24/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, BNI juga menjadi pionir di BUMN dalam berbagai transaksi treasuri seperti yang dilakukan dengan Garuda Indonesia, yaitu kerjasama Cross Currency Swap. BNI juga memperkuat Treasuty Regional Area (TRA) sebagai upaya mendekatkan pelayanan treasuri BNI di daerah," tambahnya.
Upaya peningkatan frekuensi transaksi di BNI juga dilakukan dengan terus menambah jumlah outlet dan ATM. Jumlah outlet BNI pada bulan Juli 2014 telah mencapai 1.722 yang tersebar di 34 provinsi dan 384 kabupaten/ kota atau meningkat dibandingkan semester I-2013 yang 1.651 outlet.
"Ada pun jumlah ATM yang tercatat adalah sebanyak 11.221 unit atau meningkat 32% dibandingkan semester I-2013 yang mencapai 8.441 unit," sebut dia.
(hds/hds)











































