Nilai Asuransi untuk Perang Diperkirakan Naik

Nilai Asuransi untuk Perang Diperkirakan Naik

- detikFinance
Jumat, 25 Jul 2014 10:26 WIB
Nilai Asuransi untuk Perang Diperkirakan Naik
Foto: Reuters
Jakarta - Dalam suatu perjalanan transportasi, risiko musibah tentu ada. Oleh karena itu, dibutuhkan perlindungan dari asuransi untuk menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi.

Salah satu risiko adalah melalui wilayah perang atau konflik. Inilah yang terjadi kala tragedi pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di wilayah perbatasan Ukraina-Rusia. Diduga penyebabnya adalah hantaman roket dari kelompok separatis pro Rusia.

Kejadian ini diperkirakan menjadi penyebab semakin sadarnya pihak penyedia transportasi terhadap risiko perang atau konflik. Dikutip dari Reuters, Jumat (25/7/2014), A.M. Best Company, sebuah perusahaan pemeringkat asuransi, memperkirakan nilai premi untuk risiko perang akan naik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

A.M. Best Company menyebutkan bahwa Lloyd's Syndicate 609, yang dikendalikan oleh Atrium Underwriters Ltd, menjadi pihak yang menanggung premi risiko perang untuk Malaysia Airlines. Disebutkan pula bahwa Lloyd's Syndicate 609 sudah sepakat untuk memulai pembahasan untuk membayar premi ini.

Barclays Bank dalam risetnya menyebutkan bahwa penyebab jatuhnya pesawat karena tertembak sudah terverifikasi. Oleh karena itu, asuransi pesawat akan dibayarkan melalui premi perang.

Alexander Khodakovsky, komandan pemberontak Ukraina di Vostok, mengonfirmasi bahwa separatis pro Rusia memang memiliki misil seperti yang disebut oleh Washington. Misil tersebut memang digunakan untuk menjatuhkan pesawat Malaysia Airlines MH17. Khodakovsky menyalahkan otoritas Ukraina yang selalu melakukan aksi provokasi.

(hds/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads