Salah satu risiko adalah melalui wilayah perang atau konflik. Inilah yang terjadi kala tragedi pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di wilayah perbatasan Ukraina-Rusia. Diduga penyebabnya adalah hantaman roket dari kelompok separatis pro Rusia.
Kejadian ini diperkirakan menjadi penyebab semakin sadarnya pihak penyedia transportasi terhadap risiko perang atau konflik. Dikutip dari Reuters, Jumat (25/7/2014), A.M. Best Company, sebuah perusahaan pemeringkat asuransi, memperkirakan nilai premi untuk risiko perang akan naik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Barclays Bank dalam risetnya menyebutkan bahwa penyebab jatuhnya pesawat karena tertembak sudah terverifikasi. Oleh karena itu, asuransi pesawat akan dibayarkan melalui premi perang.
Alexander Khodakovsky, komandan pemberontak Ukraina di Vostok, mengonfirmasi bahwa separatis pro Rusia memang memiliki misil seperti yang disebut oleh Washington. Misil tersebut memang digunakan untuk menjatuhkan pesawat Malaysia Airlines MH17. Khodakovsky menyalahkan otoritas Ukraina yang selalu melakukan aksi provokasi.
(hds/hen)











































