Ini Rencana OJK Untuk 4 Bank BUMN dan Sudah Dibicarakan ke Dahlan Iskan

Ini Rencana OJK Untuk 4 Bank BUMN dan Sudah Dibicarakan ke Dahlan Iskan

- detikFinance
Selasa, 29 Jul 2014 19:09 WIB
Ini Rencana OJK Untuk 4 Bank BUMN dan Sudah Dibicarakan ke Dahlan Iskan
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan pelat merah untuk melakukan konsolidasi sesegara mungkin, guna memperbaiki struktur permodalan menghadapi era pasar bebas ASEAN (Masyarakat Ekonomi ASEAN/MEA) yang berlaku mulai 2015.

"Konsolidasi bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) harus sesegera mungkin. Caranya adalah dengan melakukan konsolidasi," kata Muliaman saat ditemui wartawan di rumahnya, kawasan Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (29/7/2014).

Soal konsolidasi ini, lanjut Muliaman, terdiri dari dua tahap. Yakni konsolidasi institusi yaitu berupa merger atau akuisisi bank-bank BUMN. Atau yang kedua adalah konsolidasi strategis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indonesia saat ini memiliki 4 bank BUMN, yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Sebelum dapat menggabungkan keempatnya menjadi satu badan hukum, langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan konsolidasi strategis, berupa pembagian tugas dan kewenangan masing-masing bank tersebut.

"Konsolidasi strategis ini bentuk praktisnya adalah dengan mempertegas, siapa melakukan apa, dan apa yang bisa dilakukan bersama-sama," papar dia.

Saat ini, lanjut Muliaman, belum ada aturan yang tegas yang membatasi tugas masing-masing bank BUMN tersebut.

"Makanya programnya mirip-mirip dan jeruk makan jeruk. Yang satu bikin asuransi, yang lain juga punya asuransi. Yang satu bikin syariah, yang lain juga punya syariah. Makanya perlu diatur supaya enggak jeruk makan jeruk," katanya.

Bila konsolidasi strategis ini sudah dapat dijalankan dengan baik, maka dapat dilanjutkan dengan melakukan konsolidasi institusional atau kelembagaan seperti melakukan merger ataupun akuisisi satu bank kepada bank lainnya.

"Kalau konsolidasi strategis bisa dilakukan, kita bisa lanjut ke tahap berikutnya yaitu konsolidasi secara kelembagaan apakah itu merger ataupun akuisisi. Tapi karena konsolidasi kelembagaan ini butuh waktu, maka yang lebih cepat dapat kita lakukan dalah melakukan konsolidasi strategis terlebih dahulu," sebut dia.

Muliaman menegaskan, konsolidasi yang berakhir pada bentuk merger ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perbankan nasional, bukan hanya dari segi permodalan tetapi juga dari segi efisensi kinerja bank itu sendiri.

"Kalau sudah berhasil melakukan konsolidasi, maka akan terjadi peningkatan efisiensi yang tinggi. Mereka (bank-bank yang merger) bisa menghemat karena belanja IT bareng, kembangkan SDM sama-sama. Banyak bagian yang bisa dikonsolidasikan," tegas dia.

Dia mengaku, dirinya pun telah membicarakan rencana ini kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan. Sayangnya, dia masih enggan membeberkan target realisasi konsolidasi baik untuk perbankan kecil maupun bank-bank BUMN. "Bicara dengan Pak Dahlan sudah. Dia sangat setuju, bahkan menepuk-nepuk bahu saja," pungkas muliaman.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads