Pemerintah Portugal akan menyuntik dana segar senilai 4,4 miliar euro (Rp 60 trilliun) ke Banco Espirito Santo (BES) yang sedang dilanda krisis. Penyelamatan ini dilakukan supaya bank tidak menularkan krisis ke sistem perbankan setempat.
Hal itu dikemukakan oleo Gubernur Bank Sentral Portugal, Carlos Costa, pada jumpa pers Minggu malam seperti dikutip AFP, Senin (4/8/2014).
Bank tersebut akan dibagi menjadi dua entitas, antara aset bermasalah dan aset yang lebih sehat, sehingga penyelamatan bank tersebut bisa lebih fokus. Aset yang lebih sehat akan dipisah menjadi Novo Banco.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kebutuhan mendesak untuk memastikan adanya perlindungan aset dan harta nasabah sekaligus menyeimbangkan sistem perbankan setempat," kata Costa.
Sementara entitas bank tersebut yang bermasalah akan tetap dipegang oleh pemegang saham, yang berpotensi mengalami kerugian cukup tinggi.
Dalam peraturan Uni Eropa yang baru, para pemegang saham dan obligasi harus ikut ambil bagian dalam dana penyelamatan sebelum pemerintah setempat turun tangan.
Analis menilai suntikan dana yang dilakukan pemerintah terhadap bank bermasalah ini dalam rangka mencegah nasabahnya menarik dana secara besar-besaran sekaligus meyakinkan nasabah bahwa dananya aman di bank tersebut.
Jumlah nasabah BES ditaksir sekitar 2,2 juta. BES adalah satu-satunya bank Portugal yang terintegrasi di Dow Jones Sustainability World Index.
Salah satu materi promosi BES adalah banknya Cristiano Ronaldo, pemain sepakbola terbaik dunia 2008 dan 2014. BES sudah menjadi sponsor pemain andalan Real Madrid tersebut sejak 2003. (ang/hds)











































