Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti Soetiono mengatakan, tidak sedikit para korban investasi bodong ini adalah mereka-mereka yang sebenarnya memiliki tingkat pengetahuan dan pendidikan yang cukup tinggi.
"Ada juga yang kemudian mengajak saudara, teman, atau kerabatnya untuk turut berinvestasi di perusahaan tersebut, yang kemudian juga menjadi korban," kata perempuan yang akrab disapa Titu tersebut saat Seminar Nasional Strategi dan Tantangan Edukasi Keuangan Bagi Ibu Rumah Tangga dan UMKM di Hotel Pan Pacific, Jakarta, Kamis (7/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak masyarakat kita yang ingin cepat kaya sehingga tergiur tawaran imbal hasil yang di luar kewajaran," kata Titu.
Oleh karena itu, tujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan keyakinan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Masyarakat yang disasar tidak hanya mereka yang berpenghasilan rendah, namun juga masyarakat strata menengah atas.
"Hati-hati kalau mendapatkan tawaran menggiurkan, perhatikan nomor 1 adalah izin. Kalau ada tawaran investasi bisa kontak nomor telepon 500655, tanyakan apakah terdaftar atau tidak," tuturnya.
(drk/hds)











































