Di Australia, penggunaan transaksi kartu kredit ini sudah menerapkan penggunaan
Personal Identification Number (PIN) tidak lagi menggunakan tanda tangan. Ini sudah diberlakukan mulai 1 Agustus 2013, sementara di Indonesia rencananya akan mulai diterapkan pada 2015 mendatang.
Apa tanggapan para pengguna kartu kredit atas rencana ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih baik soalnya kadang kalau lagi makan, kalau bayar pakai kartu kredit kita nggak lihat, kita juga kadang nggak tau digesek berapa kali. Mesin EDC suka rusak, misal sudah gesek, gesek lagi. Paling seram kalau transaksi gagal, terus digesek lagi kan bisa saja itu ternyata double bayarnya," ujar wanita yang akrab disapa Oca ini kepada detikFinance, Jumat (8/8/2014).
Selain itu, penggunaan PIN akan mengantisipasi penyalahgunaan jika nasabah kehilangan kartu kredit atau berpindah tangan.
"Repotnya kalau hilang, misalkan BCA sudah wanti-wanti untuk dilaporin, tapi itu kan butuh waktu, kalau pakai PIN kan mereka bisa ambil kartu kita tapi nggak bisa pakai," terang dia.
Hal yang sama diungkapkan Annisa (26). Pengguna kartu kredit BNI ini mengatakan, penggunaan PIN dalam transaksi kartu kredit ini akan meningkatkan keamanan. Hal ini sudah diterapkan lebih dulu di luar negeri. Ini untuk melindungi nasabah.
"Baguslah lebih aman karena di luar negeri juga sudah pakai. Temen saya, kartu kredit dibawa keluar negeri, di sana dibilang ketinggalan zaman katanya, mereka sudah pakai PIN," tuturnya.
Berbeda dengan tanggapan Oca dan Annisa. Menurut Riendy Astria (26), syarat penggunaan PIN dalam transaksi kartu kredit dinilainya tidak mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi.
Pengguna kartu kredit Mandiri ini menyebutkan, penggunaan PIN bisa saja mempersulit nasabah jika lupa nomor PIN yang dimaksud.
"Jangan pake PIN, nanti kalau mau pinjem susah, harus tahu PIN dulu, kalau adik gw mau pinjem jadi ribet. Gw kan suka pinjem-pinjeman kartu kredit sama adik gw, sama keluarga, kan susah juga ya kalau harus kasih tahu PIN dulu. Kalau lupa juga nanti ribet. Tapi positifnya sih memang aman," kata Riendy.
(drk/ang)











































