Bank Indonesia (BI) menilai krisis geopolitik global seperti konflik di Ukraina ditambah gagal bayar Argentina bisa menyebabkan dana asing keluar dari Indonesia alias capital outflow.
Gubernur BI Agus Martowardojo menilai, Indonesia perlu mewaspadai perkembangan isu-isu dari dunia internasional, terutama negara-negara yang sedang dilanda krisis ekonomi dan geopolitik.
"Kita perlu waspadai perkembangan di luar negeri khususnya geopolitik di Ukraina, kondisi default Argentina, default Portugal. Ini bisa berdampak kepada regional, ke Indonesia," ujar Agus saat ditemui di Gedung BI, Thamrin, Jakarta, Jumat (8/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini semua akan membuat satu kondisi risk off yang akan membuat dana-dana di negara berkembang dapat terjadi tekanan atau tekanan keluar," katanya.
Secara umum, kata Agus, selain kondisi geopolitik global, Indonesia juga perlu mewaspadai adanya normalisasi kebijakan The Fed yang memangkas angka stimulus yang akan berdampak pada negara-negara berkembang.
"Secara umum kita perlu waspadai adanya normalisasi kebijakan The Fed dan perkembangan geopolitik," tambah Agus.
Agus menambahkan, Indonesia perlu memperkuat fundamental perekonomian untuk mengantisipasi hal tersebut.
"Kita di Indonesia penting sekali untuk terus memperkuat fundamentalnya. Karena kondisi normalisasi The Fed yang akan membuat tekanan pada Indonesia tepatnya di 2015. Kita antisipasi," pungkasnya.
(drk/ang)











































