Sudah beragam skema investasi yang ditawarkan kepada masyarakat. Tidak sedikit pula yang akhirnya berakhir dengan kerugian karena uang investor raib dilarikan si penyelenggara investasi.
Kini, skema 'investasi' MMM tengah ramai dibicarakan. MMM adalah singkatan dari Manusia Membantu Manusia, tetapi aslinya adalah Mavrodi Mondial Moneybook yang diambil dari nama penemunya, Sergey Mavrodi.
Tak main-main, 'investasi' di MMM mampu menjanjikan keuntungan sampai 30% per bulan. Padahal, MMM tidak seperti Multi Level Marketing yang menjual barang. MMM hanya berbentuk aktivitas perputaran uang di antara para anggotanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza menjelaskan, berbagai jenis produk investasi yang ditawarkan selalu disertai dengan risiko dan tidak ada perjanjian pemberian keuntungan dengan angka pasti. Hal ini berlaku untuk semua jenis investasi seperti saham, reksa dana, properti, dan sebagainya.
“Investasi di mana pun tidak ada yang menjanjikan imbal hasil atau keuntungan secara pasti, semua pasti ada risikonya. Misalkan investasi di properti, ada risiko misalnya tiba-tiba terbakar. Kemudian investasi di emas, terpengaruh pergerakan harga komoditas. Saham juga begitu, hari ini untung, besok bisa rugi tergantung fluktuasi harga saham,” jelas Reza.
Reza menambahkan, investasi bukan saja soal keuntungan tetapi juga produk yang ditawarkan dipastikan legal atau terdaftar di Otoritas Jasa keuangan (OJK). Menurutnya, OJK perlu memperluas pengawasan dalam hal jenis penggalangan dana yang bukan dilakukan lembaga keuangan.
“OJK penggalangan dana masyarakat tanpa dilengkapi dengan lembaga keuangan yang menaunginya. Ini harusnya jadi ruang lingkup OJK juga agar bisa ditertibkan,” tegasnya.
Apakah Anda punya pengalaman dengan MMM? Silakan berbagi cerita dengan kami dengan mengirimkan e-mail ke alamat redaksi@detikfinance.com.
(drk/hds)










































