Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengatakan, saat ini penyaluran kredit perbankan bagi sektor UMKM masih minim padahal potensi keuangan dari sektor ini cukup tinggi.
"Sekarang ini masih kecil sekali padahal jutaan orang ada di sana, jadi concern soal akses yang terbatas, jadi coba kita address akses yang terbatas ini agar nantinya terbuka," ujar Muliaman saat mengisi seminar bertema 'Sejahtera dengan Kekuatan Mikro', di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/8/2014).
Dia menjelaskan, dalam aturan diwajibkan setiap perbankan menyalurkan kredit untuk sektor UMKM sebesar 20% secara bertahap. Namun, dalam perjalanannya masih perlu terus diterapkan.
"Diwajibkan kan 20% bank menyalurkan kredit UMKM, kan kredit mikro, itu tetap jalan tapi saya ingin aksesnya lebih terbuka, intinya financial inclusion agar mudah diakses," ujar dia.
Muliaman menyebutkan, hampir 99% pelaku sektor keuangan berasal dari UMKM. Sektor ini juga menyerap lebih banyak tenaga kerja. Untuk itu perlu didorong agar lebih berkembang.
"UMKM menyerap tenaga kerja yang sangat banyak. Hampir 99% bisa dikatakan kelompok kerja masuk kategori UMKM," kata dia.
Apalagi, Muliaman menyebutkan jika sektor UMKM lebih tahan terhadap hempasan krisis ekonomi.
"Dari 2 krisis besar yang dialami Indonesia, UMKM cukup tahan terhadap gejolak. UMKM penting bagi stabilitas perekonomian nasional. Kita sepakat bagaimana pentingnya UMKM ini bagi ekonomi kita," paparnya.
Terkait hal itu, Muliaman mengatakan, perlu dibuka akses permodalan yang lebih besar bagi pelaku UMKM.
"Namun ada pelajaran penting yang belum kita perhatikan, selama 30 tahun kita memang cukup intens lakukan effort untuk upayakan agar akses pelaku UMKM kepada modal lebih mudah," ujar dia.
Di dalam membuka akses tersebut, Muliaman menyebutkan, terdapat tiga tantangan yaitu akses pendanaan bagi masyarakat miskin dan UMKM, bank pemerintah mampu berkolaborasi dengan lembaga lain dalam edukasi dan pemberdaayaan kepada nasabah-nasabah kecil, dan bagaimana bank pemerintah menjadi lebih inovatif dalam menggunakan teknologi.
"Tujuan akhir membuka akses kepada UMKM adalah mensejahterakan, bukan hanya memberikan kredit mikro," tandasnya.
(drk/ang)











































