Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Lambok A Siahaan mengatakan, pihak BI tidak ingin membuat masyarakat bingung, sehingga penampakan uang baru ini tidak banyak berbeda.
"Supaya nggak bingung. Jadi masyarakat masih mengenali sama, tapi bisa dikenali beda. Mengenali sama-sama uang Indonesia dan berbeda dengan pecahan lainnya. Jadi masyarakat nggak kaget. Karena dibandingkan dengan desain yang lama itu nggak jauh berbeda. Masih terasa sama. Kalau misalnya warna hijau atau biru. Itu nanti masyarakat bingung ini uang apa," jelas Lambok di Jakarta, Kamis (14/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan pertama adalah kapasitas pencetakan yang terbatas, sehingga BI tidak bisa mencetak uang baru dalam waktu bersamaan untuk semua pecahan. Sementara waktu penerbitan cukup singkat.
"Kedua. Ini adalah pecahan yang terbesar kita. Jadi dikenal buat masyarakat itu lebih gampang. Nanti kita bahas berikutnya," jelas Lambok.
Dia mengatakan, uang ini adalah uang pecahan Rp 100 ribu tahun edar 2014. Uang NKRI itu hanya sebutan saja. Dia tidak mau ada salah kaprah perbedaan antara rupiah sekarang dengan uang baru ini.
(dnl/hds)











































