Tiga BUMN Kerjasama Bikin Bank Baru, Bidik UKM dan Pensiunan

Tiga BUMN Kerjasama Bikin Bank Baru, Bidik UKM dan Pensiunan

- detikFinance
Kamis, 21 Agu 2014 10:59 WIB
Tiga BUMN Kerjasama Bikin Bank Baru, Bidik UKM dan Pensiunan
Jakarta - Tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendirikan bank baru melalui skema joint venture. Bank baru ini merupakan kerjasama antara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Pos Indonesia (Persero), dan PT Taspen (Persero).

Awalnya bank joint venture ini memanfaatkan Bank Sinar Harapan Bali sebagai kendaraan namun ke depan nama bank ini akan diubah. Bank baru ini nantinya membidik pelaku bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pensiunan.

Pendirian ini diimplementasikan di dalam perjanjian kerjasama yang diseleggarakan hari ini dan dihadiri oleh Dirut Mandiri Budi G. Sadikin, Dirut Pos Indonesia Budi Setiawan, Dirut Taspen Iqbal Latanro dan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi Setiawan menjelaskan bank join venture ini akan mulai beroperasi pada awal 2015. Pos Indonesia sendiri memiliki saham pada Bank Join Venture ini sebanyak 20,2%. Total dana yang disetor perseroan ke bank baru ini mencapai Rp 175 miliar.

"Kami punya 20,2%, Taspen punya 20,2% sisanya punya Mandiri 59,6%. Ini perusahaan join venture. Mandiri mereka adalah pemegang saham majority," kata Budi Setiawan saat acara kerjasama pembentukan Bank Join Venture di Kantor Pusat Taspen, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014.

Budi Setiawan pada kesempatan tersebut menjelaskan Pos Indonesia nantinya bertugas untuk menyalurkan dan menarik pembayaran kredit. Pasalnya selama ini, Pos Indonesia telah sejak lama menyalurkan uang kepada para pensiunan melalui kantor-kantor di seluruh Indonesia.

"Memanfaatkan kantor cabang Taspen. Bank ada di sana semua. Untuk Pos Indonesia, kita hanya melakukan pemotongan. Kantor kita ada di seluruh Indonesia. Bank ini beri kredit ke pensiunan dan kita yang potong," jelasnya.

Budi Setiawan menjelaskan pendirian bank baru ini tinggal menunggu restu regulator dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Β "Tinggal proses perizinan karena komisaris sudah setuju, pemegang saham sudah setuju. Sekarang tinggal eksternal di OJK yang 1-2 bulan ke depan sudah bisa selesai," ujarnya.

Sementara itu Budi G. Sadikin menjelaskan pembentukan bank join venture ini nantinya bisa memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. Bank yang salah satu fokusnya pada pengembangan dan pembiayaan sektor UKM ini harapannya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Melalui bank join venture ini, kami juga ingin meningkatkan peran aktif dalam mendukung program pemerintah dan BI dalam memberikan akses layanan keuangan yang luas bagi masyarakat," kata Budi G. Sadikin.

Sedangkan Iqbal menerangkan Bank Join Venture ini juga bakal membidik kalangan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dengan bank ini, pensiunan khususnya bisa sangat terbantu di dalam memperoleh pendanaan untuk keperluan usaha atau membiayai kehidupan.

"Kami berharap dengan sinergi antar BUMN ini, para pensiunan dapat terbantu dalam mendapatkan akses pendanaan yang mudah dan murah," terang Iqbal.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads