Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono menyebutkan, penyertaan modal pemerintah kepada Bank DKI akan mulai dilakukan tahun depan dengan nilai sekitar Rp 3 triliun.
βSaat ini modal yang telah disetor Rp 2,93 triliun, masih kurang sekitar Rp 560 milliar. Makanya perlu ditingkatkan modal dasar agar bisa masuk ke BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) 3 dan suntikan modal Rp 3 triliun tahun depan,β kata Eko dalam siaran persnya, Senin (25/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Juni 2014, komposisi DPK Bank DKI antara lain didominasi deposito yang mencapai 46,39% atau Rp 10,89 triliun, tumbuh 5,52% dari total deposito Juni 2013 senilai Rp 10,32 triliun.
Portofolio giro mengikuti dengan besaran mencapai Rp 8,73 triliun atau 37,21% dari total DPK, meningkat 8,22% dari total giro Juni 2013 yang mencapai Rp 8,07 triliun. Terakhir adalah tabungan dengan besaran Rp 3,85 triliun atau 16,40% dari total DPK, tumbuh 7,88% dari saldo tabungan per Juni 2013 yang mencapai Rp 3,56 triliun.
Pertumbuhan kredit yang lebih signifikan dari pertumbuhan DPK mendorong rasio LDR Bank DKI per Juni 2014 di kisaran 85,65%. Kendati demikian, Eko menyatakan, Bank DKI tetap menerapkan manajemen kredit yang teliti dan ketat sehingga pertumbuhan kredit yang signifikan ini juga dibarengi oleh menurunnya rasio kredit bermasalah.
NPL Gross pada Juni 2014 tercatat turun menjadi 2,50% dari posisi 3,61% per Juni 2013. Rasio NPL Nett juga dipangkas menjadi 1,68% per Juni 2014 dari posisi 2,71% per Juni 2013.
Pengelolaan kinerja keuangan yang baik pada akhirnya mendorong peningkatan aset Bank DKI per Juni 2014 mencapai Rp 33,48 triliun atau tumbuh 16,90% jika dibandingkan periode Juni 2013 yang masih Rp 28,64 triliun.
Eko optimistis mampu mencapai target laba di akhir 2014 menjadi Rp 1 triliun. Keyakinan ini terutama dengan adanya dukungan pemegang saham berupa penambahan modal disetor dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 1 triliun, sehingga total modal disetor menjadi Rp 2,93 triliun. Ada pun Posisi CAR Bank DKI per Juni 2014 adalah 18,45%.
Bank DKI saat ini juga sedang mempersiapkan peluncuran mobile banking & internet banking yang saat ini sedang menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
(drk/ang)











































