Persaingan Industri Software Perbankan, Murah Saja Tak Cukup

Laporan dari India

Persaingan Industri Software Perbankan, Murah Saja Tak Cukup

- detikFinance
Rabu, 27 Agu 2014 14:58 WIB
Persaingan Industri Software Perbankan, Murah Saja Tak Cukup
Chenai - Produsen perangkat teknologi informasi semakin gencar menggarap segmen pasar industri keuangan. Persaingan pun semakin sengit. Jurus andalan apa yang mereka mainkan?

Harkhand Somen, 43 tahun, seorang analis di pasar keuangan India menyebut pasar perangkat lunak teknologi informasi lembaga keuangan, baik bank maupun non bank Indonesia banyak dilirik produsen.

β€œDinamika pasar Indonesia, cukup tinggi. Prospek pertumbuhan ekonomi yang ditopang sumber daya alam, juga besar,” ujarnya saat ditemui di Hotel IT Gateway Express, Chenai, India, pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Besarnya potensi pasar juga bisa dilihat dari penguasaan pasar perbankan hanya oleh beberapa bank. Mengutip hasil penelitian sebuah lembaga riset dan investasi yang berkantor di Singapura, Harkhand menyebut, saat ini di Indonesia terdapat 120 bank. Namun, dari jumlah itu, 19 bank menguasai sekitar 92 persen pangsa pasar.

β€œTapi masih ada peluang bagi mereka untuk mengejarnya,” kata dia.

Namun, tak cukup hanya dengan menambah modal. Inovasi varian produk dengan layanan yang cepat, murah, aman dan nyaman, menjadi keharusan. β€œPemanfatan teknologi informasi yang bisa mewjudkan keunggulan produk itu menjadi tuntutan,” ucapnya.

Senada dengan Harkhand, Vikram Ranavarman, 36 tahun, salah satu karyawan NIIT, perusahaan software di Chenai, menyebut kondisi itu menarik minat produsen perangkat teknologi informasi.

β€œSekarang, bukan hanya produsen dari Amerika atau Eropa yang berkompetisi di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, tapi juga India,” paparnya.

Menurut mereka, seiring dengan semakin sengitnya persaingan, para produsen juga terus mencari terobosan guna menghasilkan keunggulan. Harga yang murah saja dianggap tidak cukup.

β€œProduk yang bisa mewujudkan layanan customized bagi konsumen akan lebih unggul,” kata Vikram menjelaskan.

Arun Jain, Executive Chairman Polaris Financial Technology Ltd, sependapat dengan pernyataan tersebut. Bahkan, sebagai salah satu produsen telah menjalankan prinsip untuk memberikan kemudahan kepada pengguna produknya, sekaligus hemat dalam biaya.

β€œInovasi dan layanan menjadi kata kunci bagi kami,” ujarnya saat ditemui di kantornya, di Chenai, pekan lalu.

Rajesh Kuppuswamy, Chief Design Officer Polaris Financial Technology Ltd, mengamini pernyataan Arun. Dia mengatakan, berbeda dengan perangkat lunak dari Amerika Serikat seperti Microsoft Windows yang bentuknya sudah baku, produk Polaris mengikuti keinginan konsumen.

β€œYang kami lakukan adalah mengenali dulu kebutuhan konsumen. Kami mempersilahkan konsumen memilih produk yang diinginkannya,” kata dia.

Prinsip produksi yang seperti itu, Rajesh melanjutkan, karena perusahaannya juga sangat memahami bahwa bank dan lembaga keuangan non bank yang menjadi konsumennnya juga mengejar keuntungan.

β€œSemakin cepat dan semakin baik software itu dibuat, maka bank akan cepat untung,” kata dia.

Oleh karena itu, karakteristik produk Polaris adalah, selain cepat, aman, sekaligus nyaman. β€œSemua itu kami berikan secara customized,” jelasnya.

Vira Soekardiman, Vice President & Country Director – Indonesia, Polaris Software Lab Pte Ltd menambahkan, sifat customized itu diberikan karena sifat layanan yang diberikan oleh lembaga keuangan terhadap konsumen juga berbeda-beda. Sifat tersebut sangat tergantung situasi dan kondisi di mana lembaga tersebut berada.

Walhasil, Vira melanjutkan, produk Polaris juga dirancang sangat adaptif terhadap perubahan. Sehingga, ketika perusahaan pengguna melakukan penggantian atau penambahan peranti yang lebih baru, mereka tak harus serta merta menggati secara keseluruhan. β€œProduk Polaris dirancang dengan pemikiran jauh ke depan,” ujarnya.

Muara dari itu semua adalah biaya atau anggaran yang bakal digelontorkan oleh perusahaan pengguna peranti akan lebih murah.

β€œApalagi kalau software itu terintegrasi. Ujung-ujungnya biaya yang dikdlaurkan konsumen juga lebih murah,” paparnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads