OJK: Likuiditas Perbankan Indonesia Masih Ketat, Kredit Macet Stabil

OJK: Likuiditas Perbankan Indonesia Masih Ketat, Kredit Macet Stabil

- detikFinance
Kamis, 28 Agu 2014 12:44 WIB
OJK: Likuiditas Perbankan Indonesia Masih Ketat, Kredit Macet Stabil
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi perbankan Indonesia saat ini masih dalam kondisi stabil meskipun likuiditas masih akan ketat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengungkapkan, meskipun bisnis perbankan masih akan bergerak melambat gingga akhir tahun namun hal ini sejalan dengan proses rebalancing keseimbangan baru. Reformasi struktural memerlukan sektor jasa keuangan.

"Kinerja perbankan nasional akhir Agustus 2014 masih relatif stabil meski likuiditas ketat, dalam keadaan cukup baik. Transaksi menunjukkan perkembangan cukup baik untuk berbagai risiko," ujar Muliaman dalam sambutannya di acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2014, di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, industri perbankan masih akan bergerak melambat mengikuti perlambatan ekonomi dunia yang berimbas pada perekonomian domestik, likuiditas juga masih akan ketat. Namun begitu, kondisi rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan nasional masih cukup baik di angka 19,51% atau lebih tinggi dari posisi awal tahun di angka 18,59%. Demikian juga dengan kondisi kredit macet atau NPL yang terjaga di bawah 1%.

"CAR masih cukup tinggi 19,51%, meningkat dibanding 18,59% di awal tahun. NPL relatif stabil rata-rata di bawah 1%, pertumbuhan DPK 13,45% yoy. LDR 90,25%. Masih ada optimisme sampai dengan tahun ini meski kredit hanya 15-16% yoy sampai akhir tahun," pungkasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads