Bank Mandiri Tak Lakukan Hapus Tagih Kredit di Aceh
Rabu, 05 Jan 2005 15:13 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) belum merencanakan untuk melakukan hapus tagih terhadap debitur di Aceh yang jumlahnya mencapai Rp 35 miliar. Perseroan akan memfokuskan pada komitmen dalam membantu pembangunan kembali Aceh pasca Tsunami bersama pemerintah."Hapus tagih belum kita pikirkan karena jumlah krediturnya kecil sebesar Rp 35 miliar. Namun kita berkomitmen bagaimana membantu pembangunan Aceh bersama pemerintah," kata Dirut Bank Mandiri ECW Neloe disela acara kerjasama Kartu Kredit C-Brand Bank Mandiri dengan Garuda Indonesia di Hotel Shangri-la Jakarta, Rabu,(5/1/2005).Menurut Neloe, dana pihak ketiga untuk nasabah Bank Mandiri di Aceh mencapai Rp 800 miliar. Seluruh dana tersebut dalam posisi aman, karena kantor Bank Mandiri di Banda Aceh kerusakannya tidak begitu besar.Nasabah di Aceh juga bisa melakukan penarikan, karena Bank Mandiri sudah mulai beroperasi kembali pada 3 Januari 2005. "Dari kegiatan sejak 3 Januari 2005 ternyata transaksi penyetoran lebih besar daripada penarikan. Dimana pada hari pertama operasionalnya Bank Mandiri Aceh melayani sekitar 60 transaksi," ujar Neloe.Namun Neloe mengakui pihaknya, mengalami kesulitan untuk mendata karena banyak nasabah yang kehilangan bukti kepemilikan seperti buku tabungan, sertifikat deposito dan indentitas diri Karu Tanda Penduduk (KTP). "Tapikita nanti bisa melayani penarikan dengan melakukan interview," katanya.Mengenai dukungan dana pembangunan Aceh, Neloe mengaku belum tahu jumlahnya. "Saya kira itu nanti akan sejalan dengan program pemerintah," ujarnya.
(qom/)











































