Secara kinerja kredit berdasarkan negara, kinerja pertumbuhan kredit bank asal Malaysia ini antara lain di Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Pertumbuhan kredit meningkat masing-masing 8,2%, 18,6% dan 25,5% (yoy).
Maybank juga mengumumkan Laba Sebelum Pajak (PBT) Grup untuk paruh tahun yang berakhir 30 Juni 2014 meningkat 5,7% dari tahun sebelumnya menjadi RM4.45 miliar, dengan pertumbuhan berkelanjutan pada operasional internasional, terutama Singapura, dan bisnis perbankan konsumer, yang mendukung peningkatan pendapatan Grup. Sementara itu, Laba Bersih meningkat 3,4% menjadi RM3,18 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan perkiraan akan ditempuhnya langkah tapering dalam ekonomi inti, Grup melakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan sinergi Grup dan pengembangan kapabilitas bisnis untuk tetap mengoptimalkan pendapatan," katanya dalam keterangan tertulis Minggu (31/8/2014)
Β
Selama enam bulan, Maybank berhasil menurunkan overheads sebesar 2,7% dibandingkan tahun lalu. Hal ini membantu perbaikan rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio) lebih lanjut menjadi 47,4% pada paruh tahun dari 48,0% tahun lalu.
"Footprint kami yang terdiversifikasi dengan baik dan fundamental yang kuat di seluruh pasar kami, digabungkan dengan fokus utama untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, terus memberikan kepercayaan bahwa Grup Maybank tetap berada pada jalur pertumbuhan yang menguntungkan," katanya.
Tak hanya soal pertumbuhan kredit, simpanan grup melalui retail deposit-taking yang strategis pada seluruh pasar inti mulai membuahkan hasil sehubungan langkah tersebut meningkat di kuartal kedua, menutup paruh tahun dengan peningkatan 9,1% (yoy), dipimpin oleh Indonesia (+16,3%), Malaysia (+9,7) dan Singapura (+3,1%).
Likuiditas dapat dikelola dengan baik dan CASA (Current and Savings Account) Grup meningkat menjadi 35,7% dari 34,2% tahun lalu. Marjin Bunga Bersih (Net Interest Margin NIM) tetap dalam kisaran yang diharapkan, menurun menjadi 2,36% pada semester I dari 2,43% pada akhir 2013 disebabkan NIM di Singapura membaik sementara Malaysia dan Indonesia mengalami tekanan. Sedangkan rasio LDR (Loan-to-Deposit) meningkat namun tetap terjaga di tingkat 90,6% dibandingkan 87,5% tahun lalu.
Sementara, Presiden Grup & CEO Maybank, Datuk Abdul Farid Alias mengatakan Grup mencatat perkembangan yang menggembirakan pada percepatan kredit dan pertumbuhan deposito selama kuartal 2, serta memperkuat pangsa pasar di regional di bidang simpanan ritel, perbankan konsumer dan Islamic banking
"Kami tetap menerapkan prinsip kehati-hatian di operasional regional pada semester kedua, kami melihat peluang untuk pertumbuhan kredit berkelanjutan terutama di segmen konsumer, UKM dan korporasi di seluruh jaringan kami," kata Datuk Abdul.
Di Indonesia, Maybank melalui Bank Internasional Indonesia (BII) mencatat peningkatan laba 13% (yoy) menjadi Rp 1,3 triliun. Pendapatan bersih BII naik 6% (yoy) menjadi Rp 4,03 triliun didukung peningkatan fee based income sebesar 8% dan kenaikan 5% pada fund based income.
Kredit mencapai 25,5% (yoy), dengan pertumbuhan yang kuat baik dalam segmen konsumer maupun non konsumer.
(drk/hen)











































