Bursa Global dan Regional Kurang Kondusif

Rekomendasi Saham

Bursa Global dan Regional Kurang Kondusif

- detikFinance
Kamis, 04 Sep 2014 08:52 WIB
Bursa Global dan Regional Kurang Kondusif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 22 poin didorong aksi beli investor di saham-saham unggulan. Dana asing masuk lagi ke lantai bursa setelah kemarin sempat keluar.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (3/9/2014), IHSG ditutup tumbuh 22,549 poin (0,43%) ke level 5.224,135. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 4,203 poin (0,47%) ke level 889,731.

Saham-saham di Wall Street rata-rata berakhir negatif mengikuti pelemahan saham Apple yang menyeret Nasdaq ke zona merah. Investor juga menahan diri dalam bertransaksi jelang pertemuan European Central Bank (ECB).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham Apple anjlok 4,2% ke level US$ 98,94 per lembar. Ini merupakan koreksi terdalamnya sejak 28 Januari. Koreksi saham ini terjadi gara-gara sentimen layanan iCloud yang bisa dibobol hacker.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 10,72 poin (0,06%) ke level 17.078,28. Indeks S&P 500 turun tipis 1,55 poin (0,08%) ke level 2.000,73. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 25,62 poin (0,56%) ke level 4.572,57.

Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa menguat terbatas. Namun hati-hati adanya koreksi karena situasi di bursa global dan regional kurang kondusif.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 31,50 poin (0,20%) ke level 15.696,85.
  • Indeks Straits Times turun 9,99 poin (0,30%) ke level 3.338,78.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Trust Securities
Meski terdapat kekhawatiran akan adanya pelemahan dan laju nilai tukar Rupiah yang masih melanjutkan pelemahan namun, laju IHSG masih mampu bertahan di zona positif. Tampaknya pelaku pasar masih melakukan aksi beli seiring masih adanya sentimen positif. Apalagi saham-saham komoditas, terutama saham-saham komoditas yang berhubungan dengan CPO masih menunjukkan kenaikan sehingga memberikan tambahan amunisi bagi IHSG untuk bertahan menghijau. Di sisi lain, asing yang berbalik mencatatkan nett buy dan dukungan dari transaksi crossing saham TOWR hingga Rp 13 triliun yang dilakukan konglomerasi Djarum juga menambah sentimen positif bagi IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 5226,25 (level tertingginya) di mid sesi 2 dan menyentuh level 5206,12 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 5224,14. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Kamis (4/9) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5200-5215 dan resisten 5230-5245. White marubozu mendekati upper bollinger band (MBB ). MACD mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan pergerakan naik. Laju IHSG mampu bertahan di atas target support (5075-5189) dan juga mampu melampaui target resisten (5212-5220). Kembalinya asing nett buy memberikan amunisi bagi IHSG namun, juga meninggalkan utang gap 5201-5206. Meski IHSG masih memiliki peluang kenaikan lanjutan namun, tetap mencermati dan mengantisipasi bila terdapat perubahan arah pasar dan adanya profit taking.

Bahana Securities
Pada perdagangan hari Kamis (03/09), IHSG ditutup menguat 22 poin (+0.43%) hingga ditutup di kisaran level 5,224, menciptakan level new high pada 1 bulan terakhir, dan juga di atas level standar deviasi +1 dari MA20 daily yang pada saat ini di kisaran 5,201. Investor asing melakukan pembelian bersih Rp 475 miliar. Penyumbang penguatan terbesar adalah saham TLKM, BBNI, PGAS, ISAT dan BMRI.

Pada hari ini diperkirakan IHSG mixed dengan potensi untuk menguat terbatas dalam trading range 5,201 - 5,243. Jika dilihat dari data mingguan, IHSG telah mempunyai level support mingguan berada di kisaran standar deviasi +1 dari MA20 weekly di kisaran 5,109.

Pada saat ini saham yang dapat diperhatikan antara lain PTBA, volume akumulasi selama sebulan terakhir terlihat berada di kisaran Rp 13,600 dan secara pattern telah menembus pola symetric triangle.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads