Harga BBM dan Suku Bunga AS Naik
BI: Kebijakan Moneter 2005 Ketat
Kamis, 06 Jan 2005 12:38 WIB
Jakarta - Pasalnya, pada tahun ini pemerintah berencana menaikkan harga BBM disamping adanya tekanan eksternal dari rencana kenaikan suku bunga The Fed."Ekspektasi inflasi tahun ini kemungkinan akan lebih tinggi dari inflasi tahun 2004 yang sekitar 6,4 persen karena adanya kebijakan kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah. Makanya kebijakan moneter tahun ini dengan segala hormat harus ketat," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah saat ditemui disela-sela Tsunami Summit di JCC, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (6/1/2005).Namun menurutnya, pengetatan kebijakan moneter itu akan tetap menjamin kegiatan ekonomi tetap bisa berjalan lancar dan aman. Dalam perkiraannya, setiap kenaikan 1 persen harga BBM, maka setahunnya bisa memberi sumbangan tambahan inflasi sekitar 0,02-0,05 persen. Sedangkan berkaitan rencana Bank Sentral AS, Federal Reserve untuk menaikkan tingkat suku bunga AS kembali pada Pebruari mendatang, Burhan menyatakan bahwa BI akan melihat secara lebih detail dampaknya ke dalam negeri. Diakui, kebijakan The Fed merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam kebijakan moneter di Indonesia karena setiap kebijakan The Fed memiliki dampak yang sangat besar terhadap dunia internasional termasuk Indonesia.
(qom/)











































