Potongan Admin Bank Sudah Tinggi, Sekarang Biaya Admin ATM Naik

Potongan Admin Bank Sudah Tinggi, Sekarang Biaya Admin ATM Naik

- detikFinance
Senin, 08 Sep 2014 12:42 WIB
Potongan Admin Bank Sudah Tinggi, Sekarang Biaya Admin ATM Naik
Jakarta -

Nasabah bank selama ini sudah dibebani oleh banyaknya biaya administrasi bulanan. Sekarang ditambah lagi dengan naiknya biaya akses ATM Bersama dan ATM Prima.

Biaya administrasi bulanan di bank saja sudah tinggi dan bisa memotong tabungan nasabah cukup besar. Waktu itu pembaca detikFinance yang juga nasabah bank sudah kecewa atas banyaknya biaya administrasi bank ini.

Nah, dengan adanya rencana kenaikan biaya admin di ATM Bersama dan ATM Prima, pembaca detikFinance kembali memberi respons, rata-rata keberatan dengan rencana ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak setuju karena pemilik akun dengan saldo kecil sangat dirugikan. Sudah tidak mendapat bunga malah uangnya berkurang sehingga mengurangi minat masyarakat kecil untuk berhubungan dengan bank," kata pembaca bernama Suratmoko dalam pesan elektronik.

Besaran kenaikan biaya admin itu memang berbeda-beda, berkisar Rp 1.000 sampai Rp 2.500 untuk setiap transaksi. Cek saldo ada kenaikan biaya dari Rp 3.000 ke Rp 4.000, lalu transfer atau tarik tunai ada kenaikan dari Rp 5.000 ke Rp 7.500. Selain itu ada biaya transaksi tidak berhasil karena saldo tidak cukup sebesar Rp 3.000.

"Saya sebagai pengguna layanan ini sangat kecewa dengan kenaikan yang sangat tinggi. Kalaupun naik janganlah langsung 50% dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.500. Ya naik 20% cukup moderat sehingga biaya transfer dan tarik tunai dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000," kata pembaca bernama Hermanto Situmorang.

Beberapa bank saat ini memang masih ada yang biaya adminnya kecil, bahkan gratis. Namun biaya administrasi tetap dibebankan ke nasabah jika mengakses dari ATM Bersama dan ATM Prima.

Apakah bank tempat Anda menyimpan uang sudah mengabarkan rencana ini? Apakah Anda merasa biaya administrasi ATM ini layak naik? Kirim info dan pendapat Anda ke redaksi@detikFinance.com.

(ang/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads