Nasabah Bisa Tekor Simpan Uang di Bank, yang Penting Aman

Nasabah Bisa Tekor Simpan Uang di Bank, yang Penting Aman

- detikFinance
Senin, 08 Sep 2014 17:06 WIB
Nasabah Bisa Tekor Simpan Uang di Bank, yang Penting Aman
Jakarta - Uang nasabah yang disimpan di tabungan bank bakal tergerus aneka biaya administrasi bulanan, termasuk ATM. Meski demikian, uang nasabah dijamin aman.

Tak lama lagi nasabah juga akan terbebani oleh naiknya biaya administrasi di ATM Bersama dan ATM Prima. Menurut Analis Perbankan Recapital Securities Agustini Hamid, kenaikan biaya administrasi ini tak bisa dihindari.

"Ya perlu juga karena memang mungkin bank cost-nya cukup besar. Tapi kenaikan gede juga ya. Kita masyarakat yang susah," ujarnya kepada detikFinance, Senin (8/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, jika ingin menyimpan uang di bank sebaiknya dalam jumlah besar supaya tidak tergerus biaya admin dan bisa menikmati bunganya.

"Memang dari kemarin-kemarin kan menyimpan uang di bank tidak ada efeknya kecuali dalam jumlah besar. Taruh di bank cuma supaya lebih safe (aman) saja daripada di taruh di bawah bantal," katanya.

Apalagi, kata dia, kredit bank diperkirakan akan melambat tahun ini. Sehingga bank harus memutar otak untuk mencari sumber pendapatan baru yang ujung-ujungnya memberatkan nasabah.

"Kebijakan menaikkan biaya administrasi ini salah satunya didorong akibat melambatnya pertumbuhan kredit di masing-masing bank," jelasnya.

Seperti diketahui, mulai 1 Oktober 2014, biaya administrasi di jaringan ATM Bersama dan ATM Prima naik. Besaran kenaikannya berbeda-beda, berkisar Rp 1.000 sampai Rp 2.500 untuk setiap transaksi.

Cek saldo ada kenaikan biaya dari Rp 3.000 ke Rp 4.000, lalu transfer atau tarik tunai ada kenaikan dari Rp 5.000 ke Rp 7.500. Selain itu ada biaya transaksi tidak berhasil karena saldo tidak cukup sebesar Rp 3.000.

Apakah bank tempat Anda menyimpan uang sudah mengabarkan rencana ini? Apakah Anda merasa biaya administrasi ATM ini layak naik? Kirim info dan pendapat Anda ke redaksi@detikFinance.com.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads