Direktur UMKM BRI Djarot Kusumayakti menyebutkan, saat ini sedikitnya 77 juta penduduk Indonesia belum tersentuh asuransi.
"Ada 77 juta penduduk Indonesia yang belum dilindungi asuransi. Data OJK menyebutkan, baru 11% persen penduduk mikro Indonesia yang dilindungi asuransi. Ini betapa rendahnya upaya negeri ini untuk melindungi masyarakat khususnya masyarakat kecil," kata Djarot saat acara Launching Asuransi Mikro- Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia di Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, melalui produk ini masyarakat berpenghasilan rendah diajak untuk lebih mengenal produk-produk sektor keuangan tidak hanya mengenal simpan pinjam dalam perbankan.
"Dengan adanya asuransi mikro, pertama pemahaman masyarakat terhadap bank tidak hanya terkait simpanan atau pinjaman, kita perkenalkan produk baru asuransi untuk nasabah bank," katanya.
Djarot menambahkan, produk asuransi mikro diperkenalkan merujuk imbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang pengembangan bisnis bancassurance agar industri asuransi dan perbankan bisa menyediakan produk micro insurance di Indonesia agar nasabah mikro di Indonesia dapat terpenuhi kebutuhan asuransinya.
"Segmen mikro dalam mendapatkan asuransi tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan debitur mikro itu sendiri," kata Djarot.
(drk/ang)











































