Namun, para dedengkot MMM masih berupaya mengajak masyarakat untuk kembali menyetorkan uangnya dengan Provide Help. Belum jera, masih ada yang terbujuk meski uangnya sudah hilang.
Aidil Akbar, analis keuangan, menilai memang sulit untuk menyadarkan mereka yang sudah terbuai mencari uang tanpa usaha. Meski sudah kehilangan uang, tetap tidak jera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Aidil, para penggiat MMM terus melancarkan kampanye sehingga berhasil membuat sejumlah orang terbujuk. "Pemain di situ, entah itu pengurus, manajer, upline, atau apalah namanya, punya kepentingan," katanya.
Saat ini, Aidil menilai informasi tentang MMM dan segala risiko buruknya sudah menyebar di berbagai kota besar di Indonesia. Oleh karena itu, para dedengkot MMM mulai mencari peserta baru di daerah atau kota-kota kecil.
"Mereka yang di daerah tingkat II, kota-kota kecil, mungkin belum mendengar informasi tentang MMM. Mereka lah yang sasaran berikutnya, karena orang-orang kota besar sudah banyak yang sadar," jelas Aidil.
(hds/ang)











































