Sebuah bank pertanian muncul di pelosok Sumatera Barat (Sumbar), tepatnya di Batusangkar. Bank ini, tidak hanya melayani para petani untuk mengembangkan usaha namun juga untuk kebutuhan lainnya seperti anak-anak petani.
Salah satunya adalah produk tabungan untuk kepimilikan komputer tablet seperti iPad. Target sasaran adalah anak-anak para petani agar bisa melek teknologi.
"Kita namakan ini sebagai tabungan kepemilikan iPad," ujar Masril Koto, pendiri bank petani dalam sebuah diskusi di Swiss belhotel, Jakarta, Jumat (19/9/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biar kalau mereka ke kota itu melihat iPad bukan hal aneh," katanya.
Bank petani yang secara organisasi dimiliki oleh kalangan orang tua tidak ingin anaknya nanti tertinggal zaman. Sehingga berbagai kebutuhan dapat diupayakan dari sekarang, namun dengan cara yang mendidik.
"Kalau ke sekolah nanti itu juga jangan bawa buku lagi mereka, bawa iPad saja. Kapan lagi petani pakai iPad kalau bekerja," paparnya.
Skema tabungannya adalah dengan pungutan kepada anak-anak sekolah. Besarnya adalah Rp 2.000/perhari. Saat nantinya terkumpul, maka akan diserahkan berupa barang kepada anak-anak itu nanti.
"Kita yang datang ke mereka, minta uang supaya mereka nabung," tukas Masril.
(mkl/hen)











































