Nunggak Utang di Bank Ini, Nama Satu Keluarga Diumumkan di Masjid

Nunggak Utang di Bank Ini, Nama Satu Keluarga Diumumkan di Masjid

- detikFinance
Jumat, 19 Sep 2014 16:02 WIB
Nunggak Utang di Bank Ini, Nama Satu Keluarga Diumumkan di Masjid
Foto: Masril Koto
Jakarta - Bank petani menerapkan cara yang unik untuk mengantisipasi risiko kredit macet. Yaitu penerapan sanksi sosial terhadap petani yang tidak membayar utang.

Pendiri Bank Petani, Masril Koto menyebutkan, pihaknya akan mengumumkan nama debitur pada masjid atau mushalla. Tidak hanya debitur, tapi nama satu keluarganya.

"Bagi siapa yang tidak membayar, itu diumumkan di mesjid. Disebutkan satu keluarga," ujarnya di Swiss BelHotel, Jakarta, Jumat (19/9/2014)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya hal tersebut sangat efektif dilakukan., Karena, kata Masril, utang bagi masyarakat di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) adalah harga diri. Apalagi itu dikaitkan dengan satu keluarga.

"Bagi orang Minang itu adalah soal harga diri. Makanya sampai sekarang tak ada yang telat bayar," jelasnya.

Selain itu ada beberapa cara lain untuk mengantisipasi berbagai risiko. Misalnya dalam pengelolaan uang tabungan. Bank Petani memiliki akun di bank umum untuk meletakkan uang.

"Untuk keamanan, tetap kita pakai bank untuk simpan uang. Karena kalau beli brankas mahal, jadi ke bank saja," terang Masrir.

Kemudian pada jajaran sumber daya manusia (SDM) juga bukan orang yang sembarangan. Ada rekomendasi petinggi-petinggi desa untuk setiap SDM yang bekerja pada bank petani.

"Kalau urusannya sudah soal wali nagari dan petinggi-petinggi itu, kita sudah percaya saja," pungkasnya.

Bank petani yang didirikan Masrir berada di Batusangkar, Sumatera Barat. Bank tersebut didirikan sejak tahun 2008 dan sudah memiliki ribuan pemegang saham.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads