Sasaran utama pengawasan terintegrasi akan dilakukan pada kelompok usaha dengan entitas utama merupakan perusahaan Perbankan yang masuk kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4.
"Peraturan Pengawasan Terintegrasi akan mulai pada Juni 2015 untuk konglomerasi keuangan dengan entitas utama Bank BUKU 4," sebut Kepala Departemen Pengembangan, Pengawasan dan Manajemen Krisis OJK Boedi Armanto di Gedung OJK, Jakarta, Kamis (25/9/2014) sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lini bisnis lintas sektor keuangan yang dimaksud seperti Perbankan, Asuransi, dan Pembiayaan. Sebagai catatan, Perbankan di Kelompok BUKU 4 yang ada di Indonesia seluruhnya memiliki entitas anak usaha yang bergerak di sektor-sektor idustri tersebut.
Sebut saja PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang memiliki anak usaha antara lain, PT Bank Mandiri Syariah yang bergerak di sektor industri perbankan syariah, PT Mandiri Sekuritas yang bergerak di industri Sekuritas dan Pasar Modal dan beberapa anak usaha lainnya.
Pola pengembangan industri serupa juga diterapkan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk yang memiliki modal inti di atas Rp 30 triliun.
OJK mencatat, dari identifikasi yang telah dilakukan, diketahui bahwa 70% aset keuangan yang ada di Indonesia dikuasai oleh sebanyak 31 konglomerasi keuangan yang sebagian besar berasal dari industri perbankan.
31 Konglomerasi Keuangan tersebut diantaranya:
- Mandiri Group,
- BNI Group,
- BRI Group,
- Mega Group,
- Bukopin Group,
- Bank Internasional Indonesia (BII),
- Development Bank of Singapore (DBS),
- Citibank Group,
- Panin Group,
- Permata Group,
- BCA Group,
- Sinar Mas Group,
- CIMB Niaga,
- BPD Jawa Barat Banten (BJB),
- HSBC Group,
- OCBC Group,
- Commonwelth Group,
- Resona Group,
- Sumitomo Group,
- BTMU Group,
- Mizuho Hroup,
- RBS Group,
- Bank of America Group,
- JP Morgan Group,
- Ganesha Group
- Victoria Group,
- Bank Pundi Group,
- MNC Group - Bank Bumiputera
"Kesemuanya diawasi oleh Departemen Pengawasan Bank, Pasar Modal dan Kantor Regional," tegas Boedi.
(ang/ang)











































