Banyak alasan mengapa nasabah punya kartu kredit lebih dari dua, bahkan sampai lima hingga sepuluh untuk satu orang. Selain untuk mengejar gaya hidup, kartu kredit juga bisa dimanfaatkan pada saat darurat.
Seperti pembaca detikFinance bernama Afandi yang mengaku keberatan jika kepemilikan kartu kredit dibatasi. Menurutnya, ia sudah tahu bagaimana caranya menggunakan kartu kredit dengan benar sehingga tidak masalah pegang banyak kartu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata Afandi, kartu kredit juga sangat berguna di saat darurat. Contohnya waktu istrinya yang sedang hamil sakit demam berdarah sekitar tahun 2011.
Pada waktu itu istrinya kehilangan banyak darah, sehingga Afandi harus membeli banyak darah untuk transfusi. Uang tunai dan tabungan Afandi pun habis untuk membeli darah.
"Akhirnya saya pakai dana kartu kredit, daripada pinjam sana-sini belum tentu dapat, karena hitungannya menit. Apabila terlambat sedikit saja istri dan bayi dalam kandungan bisa meninggal," ujarnya.
"Saya bersyukur, manfaat kartu kredit sangat luar biasa membantu bagi saya. Biaya total RS dan darah kurang lebih Rp 22 juta, bayangkan kalau tidak ada kartu kredit," tambahnya.
Afandi mengaku bisa melunasi utang kartu kredit itu dengan bantuan asuransi setelah istrinya keluar dari rumah sakit. "Saya pribadi sangat tidak setuju (kartu kredit) dibatasi hanya dua. Saya pribadi pun punya lebih dari dua kartu kredit," ucapnya.
BI akan mulai memberlakukan pembatasan kepemilikan kartu kredit Januari 2015. Alasannya sebagai salah satu bentuk perlindungan konsumen dan manajemen risiko.
Bagaimana menurut Anda, apakah setuju dengan pembatasan ini atau justru sebaliknya? Selama ini Anda punya berapa kartu kredit? Kirim pendapat dan cerita Anda ke redaksi@detikfinance.com dengan subjek 'Pembatasan Kartu Kredit'.
(ang/hen)











































