Sejumlah pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan, khususnya nelayan, mengaku sulit mendapatkan kredit dari bank atau perusahaan pembiayaan.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad mengatakan, pihaknya mendorong pembangunan lembaga lembaga pembiayaan khusus untuk mengatasi masalah nelayan tersebut. Jadi, nelayan tak bergantung kepada perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muliaman mengatakan, pembentukan lembaga pembiayaan ini perlu dilakukan karena saat ini, lembaga pembiayaan fungsinya masih didominasi oleh sektor pembiayaan kendaraan.
Di lain pihak, nelayan dan para pelaku usaha di sektor perikanan dan kelautan sulit mendapat kucuran kredit.
"Sekarang definsi perusahaan pembiayaan itu akan saya ubah. Karena sekarang diartikan beli motor beli mobil. Sekarang akan digerakkan ke sektor perekonomian, perikanan, pertanian, dananya dari surat utang yang diterbitkan di pasar modal," paparnya.
Selain itu, menurut Muliaman, pembentukan lembaga keuangan untuk sektor perikanan sejalan dengan program pemerintahan terpilih, Jokowi-JK, yang akan mengedepankan sektor maritim dan kelautan.
"Pembiayaan ini mestinya kita upayakan seperti apa, agar keinginan pemerintah baru yang ingin laut sebagai penggerak roda perekonomian. Sekarang kita lihat kelihatan komit betul melihat laut. Laut yang biasanya di belakang. Laut sekarang halaman rumah kita," tuturnya.
Muliaman mengatakan, bank saat memang menjauhi sektor perikanan karena dianggap kurang menarik dan besar risikonya.
Jumlah kredit untuk sektor perikanan hingga pertengahan tahun ini juga masih sangat minim.
"Kredit yang ada di kelautan itu 1 persen. Posisi di bulan Agustus itu kurang dari Rp 15 triliun," tutup Muliaman.
(zul/dnl)










































