Kredit Macetnya Tinggi, Sektor Perikanan Jadi 'Anak Tiri' Perbankan

Kredit Macetnya Tinggi, Sektor Perikanan Jadi 'Anak Tiri' Perbankan

- detikFinance
Selasa, 07 Okt 2014 17:20 WIB
Kredit Macetnya Tinggi, Sektor Perikanan Jadi Anak Tiri Perbankan
Jakarta - Sektor perikanan dan kelautan sampai saat ini ibarat 'anak tiri' bagi perbankan nasional. Kucuran kredit ke sektor ini sangat minim, tidak sampai 1% dari total penyaluran kredit perbankan.

Menurut Yugi Prayanto, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran bank bahwa kredit yang disalurkan akan bermasalah alias macet. Dia pun tidak menampik hal ini.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai kredit bermasalah (Non Perfoming Loan/NPL) di sektor perikanan per Juli 2014 adalah Rp 247 miliar. Dibandingkan penyaluran kredit di sektor ini yang Rp 6,73 triliun, berarti rasionya adalah 3,67%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasio NPL di sektor perikanan memang lebih besar dibandingkan sektor-sektor lainnya. Misalnya di pertanian, perburuan, dan kehutanan, rasio NPL-nya 2,01%.

Atau NPL di sektor pertambangan dan penggalian yang 3,09%. Begitu juga NPL di sektor industri pengolahan yang hanya 2,03%.

Meski begitu, tidak semua usaha di sektor perikanan dan kelautan berpotensi mengalami masalah. "Jangan disamaratakan," ujar Yugi di di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Menurut Yugi, sejumlah usaha di sektor ini masih prospektif sehingga layak mendapatkan dukungan perbankan. Misalnya budidaya udang.

"Udang ini bisnis yang masih menguntungkan. Jika diberi kredit, pengembaliannya cepat. Oleh karena itu, jangan disamaratakan," tegasnya.

(hds/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads